Reviu Kenangan-kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub

CLAUDIO Orrego Vicuna, penulis latin asal Cile yang menghembuskan nafas terakhirnya di usia 42 tahun ini patut diapreasiasi. Sebagai peneliti sejarah dan sosiolog, Claudio memaparkan kejeliannya melihat sebuah kehidupan dari sisi lain.

P_20190819_220200

dok pribadi/ kingkin

Memahami kehidupan bisa dari sudut pandang mana saja. Kesunyian merupakan suatu kunci untuk membuka pemahaman akan hal ihwal. Barang kali itu satu kunci yang diberikan Claudio melalui tokoh “aku” yang diperankan oleh beruang bernama Baltazar.

Continue reading

Artjog: Mulai dari Haruki Murakami hingga Jamu Tradisional

Artjog sudah menjadi agenda rutin Yogyakarta. Mengapa harus berkunjung ke pameran seni ini? Menjelaskan keberagaman Indonesia bisa saja merupakan ekspresi para seniman ini. Terlepas dari mana sumber inspirasi yang mereka dapatkan, tentu berkunjung ke Artjog merupakan kesenangan tersendiri.

5 Agustus 2019 menjadi momen pertama kali kunjungan ke acara tahunun ini. Aku berkesempatan berkeliling di Artjog. Diadakan di Museum Nasioal Yogyakarta mulai 25 Juli hingga tanggal 25 Agustus, ada berbagai macam kegiatan. Setiap akhir pekanpun, ada pertunjukan live baik musik ataupun budaya. Continue reading

Film Bumi Manusia: Adil Sejak Dalam Pikiran

Apakah kamu pembaca Pramoedya Ananta Toer? Penasaran tidak sama film Bumi Manusia.

Flash back sebentar, di tahun 1980-an buku Bumi Manusia yang merupakan sekuel tetralogi ini dilarang beredar. Dilarang dibaca. Sekarang buku ini sangat mudah dicari. Bahkan menggelitik pengamat sastra.

MENJADI pembaca Pramoedya Ananta Toer (akrab dipanggil Pram) merupakan kesenangan tersendiri. Ketika melihat visual kata-kata dibentuk menjadi sosok tokoh yang diimaginasikan dalam film.

Kali ini reviu ini dari sudut pandang film saja, melepaskan diri dari pembaca novel klasik dari penulis kesayangan semua penikmat sastra.

Di awal, ada imbauan untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum film dimulai. Memang ini terasa agak aneh. Tapi biarkanlah show berlanjut…..

Continue reading

Triliun Pengulangan

DI ANTARA pikiran hanya satu yang tersisa di kepalanya, tak ingat. Dulu aku selalu dekat dengannya. Tak memiliki jarak. Karena aku adalah satu-satunya sahabat yang ia anggap sebagai tumpahan segala kata-kata dalam pikirnya. Segala hal kecil dalam hidupnya di hadapanku bukanlah rahasia  Seperti bagaimana dia ingin menjadi seorang duta besar yang ingin melalang buana. Bertemu dengan orang baru dari berbagai dunia. Mewakili negara untuk hal-hal besar mulai dari kegiatan kecil. Lalu ia mulai berpikir untuk pergi dan melupakan semua impiannya. Dia tidak menyebutkan alasannya.

Seingatku, ia tidak pernah  memiliki pikiran skeptis terhadap kecil-kecil kehidupan jalanan. Inilah satu-satunya hal yang membuat kami sering bertengkar. Ia bersembunyi dalam pikirannya yang merdeka. Katanya, orang malas ya pasti bakal miskin. Para gelandangan adalah mereka yang malas bekerja.

Continue reading

Tempurung, Oka Rusmini: Apakah Perempuan itu Objek?

Membaca Oka Rusmini seperti membaca realitas dalam masyarakat di beberapa tempat. Satu di antaranya yakni ketika membahas mengenai perempuan dan Bali.

Apakah perempuan adalah sebuah objek bagi lawan jenisnya? Jika masalah objek dan subjek dibahas lebih dalam, satu reviu ini tak akan pernah bisa mewakili. Terbersit pemahaman, apakah lelaki juga bisa menjadi objek?

P_20190811_080730.jpg

dok pribadi/ Kingkin

Kisah ini dimulai dengan kehalusan modernitas perempuan di era terkini. Mulai dari peliknya menjadi seorang istri, ibu, hingga menghadapi perpisahaan serta kekerasan psikologi dan fisik yang dilakukan oleh pasangannya. Continue reading

Berburu di Big Bad Wolf 2019

Berbicara tentang rasa sastra yang bergerak, erat sekali hubungannya dengan membaca. Kita patut bersyukur diberi kenikmatan bisa membaca.

Terlebih adanya pameran buku terbesar di Asia Tenggara, Big Bad Wolf 2019.

IMG-20190802-WA0004 (2)

dok pribadi

SURGA bagi para pegiat buku, penikmat buku, dan semua orang yang mencintai buku. BIG BAD WOLF 2019 untuk pertama kalinya diadakan di Kota Yogyakarta menjadi jawabannya.

Continue reading

Kuliner Folk: Yammie Ketandan Yogyakarta

YOGYAKARTA. Kota tersebut memiliki makna tersendiri bagi beberapa orang yang pernah singgah sejenak ataupun beberapa orang yang menjadi tempat ini sebagai Provinsi rantau, dan lainnya.

 

Siang ini, aku diberi kesempatan menikmati Yogyakarta –kota sekarang aku kembali mengukir perjalananan hidup (dalam beberapa bulan ke depan), bersama seorang karib dari Semarang. Langit menunjukkan warna birunya yang cerah. Berhias awan-awan putih dengan berbagai bentuk. Dengan menempuh jarak sekitar 4-7 km, menggunakan jasa gojek daring kami menelusuri Yogyakarta.

Continue reading

Mengenal Burung-burung Kecil dari Kembang Manggis

MENJADI pembaca memiliki kebebasan dalam berangan-angan dengan ending sebuah kisah. Kenikmatan tersendiri yang tidak bisa terganti. Terlebih jika alur dan gaya penuturan tidak menggurui. Ini kali pertamaku membaca novel yang ditulis oleh Kembang Manggis.DSC00605

Sebuah nama pena dari Baby Ahnan. Seorang doctor filsafat yang tulisannya selalu mengangkat sosial yang ada di masyarakat pada umumnya.

Sebagai orang yang pernah melihat para gelandangan, pengimis di jalan raya, dan pengamen di lampu merah, pernahkah kita berhenti untuk menghampiri memberi sebungkus nasi atau pun sekedar bertanya, mengapa melakukan hal tersebut? Siapa yang penah melakukannya? Continue reading

8 Novel Terbaca di Bulan Juni-Juli

Review on Youtube

KEMAMPUANmembaca tentu mewujudkan rasa syukur. Mengapa? Betapa nikmatnya bisa membaca, menjelajah isi kehidupan dan pelosok dunia dengan buku yang tebalnya tidak sampai ton-ton. Namun semua isi dunia ada di sana.

Ada banyak macam cara yang bisa digunakan untuk menikmati anugerah membaca. Satu di antaranya yakni meluangkan waktu luang untuk membaca buku, baik novel ataupun lainnya.

Bulan Juni dan Juli ada beberapa novel rekomen yang bisa aku bagi kepada kamu. Ini adalah wujud syukurku. Masih diberi kesempatan untuk membaca, menulis, dan menggabungkan semua itu untuk bercerita ulang, meski melalui sebuah blog…. Continue reading

Men Coblong –Oka Rusmin

TIDAK seperti Koplak yang bisa dibaca sekali duduk bisa selesai, Men Coblong membutuhkan waktu yang cukup pararel dalam sekali duduk meski tidak sampai dalam waktu seminggu. Bagiku demikian.
Mengapa? Men Coblong memiliki alur yang tidak berarus seperti Koplak. Kemasan Men Coblong membalut masalah sehari-hari secara maraton dengan tokoh Men Coblong. Uniknya, Oka Rusmini kembali menghadirkan fakta-fakta menggelitik.

73fcb8f1-a73c-4d8f-8d1b-c18cad147302

Continue reading