Review Buku Ketika Lampu Berwarna Merah: Yang Tersembunyi di Antara Kemegahan Jakarta

“Apa yang Anda mau ada di sana. Dari garam sampai mobil paling mewah. Segala macam hiburan tersedia. Dari yang kelas kambing sampai utama. Jakarta. Jakarta. Selalu melayani selera Anda.” Ketika Lampu Berwarna Merah, Hal 101.

Membaca adalah cara menjelajahi fisik dan jiwa tempat-tempat tokoh-tokoh dibuat oleh penulisnya. Manusia dan keseharian, seperti feature, yang dituangkan oleh Hamsad Rangkuti, melalui wajah novel Ketika Lampu Berwarna Merah akan membuat pembaca berpikir lebih arif mengenai kehidupan lokal Ibu Kota dan sebab akibat dari transmigrasi.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            APA yang kamu inginkan dari hidup? Pikiran orang tentu berbeda, tentang menghadapi pasar, mereka dibentuk pasar atau membentuk pasar? beberapa teman saya yang bekerja di beberapa perusahaan swasta internasional dan negeri menjadikan gaya hidup yang menurut saya memaksakan hal-hal yang bersifat duniawi secara berlebihan, misalnya, setelah membeli jam tangan dengan merk tertentu yang harganya mungkin bisa digunakan untuk mencicil uang gedung sekolah anak, mereka menginginkan yang lebih mahal lagi dengan merk yang berbeda, kata mereka itu adalah hadiah bagi diri sendiri. Namun secara pribadi jika kesempatan tersebut datang, saya lebih memilih menumpuk koleksi buku-buku. Sebab sebenarnya semua orang mampu membeli jam, tetapi apakah waktu itu bisa dibeli? tentu saja hidup itu perkara pilihan-pilihan, apa iya, kita semua akan terbuai dengan prinsip ekonomi mengenai sikap dasar manusia mengenai kepuasan? ada sisi kepuasan yang tamak. Continue reading

Pendengar yang Tuli

Pendengar yang tuli itu bernama, ia: terong-terongan.

Ia sering dipanggil teman-temannya sebagai terong-terongan. Kepada pacarnya ia tidak ingin dipanggil demikian. Setiap kali teman-temannya memanggil terong, ia selalu menerima dengan lapang meskipun  sebenarnya ia ingin memberontak.

            “Apa kalian tuli, aku tidak mau dipanggil terong.”

            Teman-temannya hanya tergelak-gelak menahan tawa, setiap hari tanpa lelah ia sudah bersabar menerima apa yang telah mereka lakukan.

            Hari itu ia mengenakan celana jins yang bolong tepat di kedua lutut dengan kaus putih bergambar lidah merah menjulur. Di sebuah kedai yang tidak begitu ramai di waktu siang, ia mengajak pacarnya menikmati waktu luang dengan menyesap frape tanpa gula tambahan yang dibungkus dengan kertas berwarna putih. Continue reading

Pencarian Makna Hidup di Film Ziarah

Opo kudu lemah ben iso dadi siji, banyu ora iso?” begitulah respon Mbah Sri ketika datang melayat di pemakaman tetangga bersama cucu dan calon istri cucunya. Setelah mendengar orang di sampingnya berujar bahwa dikubur dengan tanah bisa bersatu dengan yang lain di alam sana.

Di sini kata orang-orang suami Mbah Sri itu dikubur di Alas Pucung, yang ternyata tempat itu sudah dibuat waduk. Akan tetapi Mbah Sri memiliki keyakinan bahwa suaminya tidak dikuburkan di sana, kemudian pencarianpun dilanjutkan.

IMG-20170523-WA0004

dok pribadi, taken by Dyah

Dalam perjalanannya, kamu akan dibius akan arti hidup dan pencarian. Kematian bukanlah suatu hal yang memutusmu dari perpisahan-perpisahan, akan tetapi kelak menjadi pertemuan dengan orang-orang terkasih. Continue reading

Ular-ular di Mimpi

*cerita ini juga dimuat pada inspirasi.co

AKU memanggilnya jancuk, sebagai sapaan paling bersahabat. Pun sebaliknya, ia sering memanggilku dengan singkatan dari jancuk, yang adalah cuk. Dan sebagai orang Jawa bagian timur itu bukanlah sesuatu yang tidak sopan jika diperuntukkan untuk kolega dekat. Karena 1. aku bukan priyai yang haus penghormatan 2. ketika aku mendengar kata cuk aku suka, rasanya aku dan dia tidak memiliki sekat yang harus ditutupi karena semua telah tersibak oleh satu kata, jancuk 3. ini bukan diksi yang sekonyong-konyong akan membuatmu kelaparan seumur hidup.

Sebagai orang jawa; tanpa bermaksud sara. Tetapi ini sudah menjadi mitos yang telah turun menurun, aku tidak tahu runutan dari generasi siapa. Mengenai ular. Jika kamu melihat ular di 1. dekat rumah 2. dalam mimpi, itu bisa menjadi pertanda bahwa kamu akan 2.1. dekat dengan jodoh 2.2 segera menikah. Percaya atau tidak percaya itu adalah hal yang sudah melegenda di lingkunganku.

persahabatan

aku, ia, dan seorang teman beridentitas Natution

Malam yang sunyi, aku menguap tanda sudah tidak kuat lagi untuk begadang, padahal ini malam minggu. Biasanya, aku selalu menyempatkan untuk tidak menutup mata hingga dini hari hadir. Continue reading

Perburuan National Geographic

Menjadi pembaca yang setia tentu memiliki kesenangan tersendiri ketika menjelajahi los-los buku selain di toko buku. Perburuan yang menyenangkan.

            “Itu Mbak, di belakang kantor pos ada.” Begitu penjelasan tukang parkir shoping center terhadap pertanyaanku, di mana bisa membeli majalah NG.

Sebelumnya aku sudah menelusuri los-los dan bertanya kepada penjual buku-buku tentang edisi yang sedang aku cari. Mereka tidak memilikinya. Akan tetapi ada satu penjual yang menyebut salah satu tempat buku yang ada di timur Bank Indonesia dan belakang kantor pos. “Itu sebelah mana sih letaknya dari sini, timur atau barat Bank Indonesia, pokoknya di daerah situ lengkap Mbak” membuktikan penjelasan penjual tersebut, saya menelusuri tiap lekuk-lekuk daerah Bank Indonesia, nihil. Hanya bertemu dengan barisan-barisan bus pariwisata yang terparkir rapi serta beberapa orang yang sibuk dengan warung-warung, penuh dengan pembeli yang rupanya supir-supir bus dari wisatawan yang datang dari luar kota. Continue reading

Untuk yang Tak Sempat Membaca Buku-buku

Buku bukanlah segalanya di dunia ini, bisa saja bukan? Tetapi, kutakbisa bertahan tanpa dia. Tak bisa membawamu menjadi orang yang termashur. Buku hanya benda mati. Adalah yang menghidupkan nilai-nilai yang sudah tak akan pernah dicari, bahkan dihindari. Untuk alasan duniawai, buku bukanlah segala-galanya. Isinya tak akan lebih dari menceritakan tentang warna-warna dalam hidup. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, bahkan yang sudah mati pula ikut diceritakan, tentang perjalanan hidup. Buku berisi nyawa dan cerita-cerita yang membuat kekosongan terisi. Bagaimana jika hingga akhir hayat tak sempat membaca buku? buku tak lebih dari nafas itu sendiri, yang sering kali mereka sesali karena terlambat untuk membacanya.

 

Menikmati Senja di Titik Tersunyi

Matahari di sore hari menyinari bumi. Hanya saja tak ingin kumelihat dengan sepasang mata yang telah rabun, seorang diri. Tapi kutakbisa berbuat apa-apa untuk membuatnya tak menyentuh kulitku di sore hari, meskipun sendiri. Seperti memberi makna kehidupan yang penuh arti, tetapi aku tak mampu menangkapnya. Mungkin, kuterlalu bodoh untuk mengerti arti kehidupan. Oranye yang sempurna, kubiarkan menelanjangi jiwaku yang mulai retak satu persatu.

            Tak ada kendaraan ditempatku berdiri, di atas jembatan sore hari. Kumerasa semakin intim saja dengan senja. Tak kuhirau kenapa mereka tak hanya menyinari kulitku, merasuk pada jiwa yang telah lelah menunggu, lelah mencari, sebatas kata sifat yang berarti jati diri. Continue reading

Kisah Sendu Gaspar

Menjajaki kisah ini membuat kamu akan teringat dengan kisah detektif. Penuh rahasia dan misterius. Sebagaimana Gaspar menemukan teman-temannya yang aneh dan berusaha menginformasikan obsesinya tentang rahasia sebuah kotak hitam. Hingga akhirnya teman-temannya setuju untuk merampok sebuah toko emas.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            Sebagai pembaca, saya memerlukan waktu untuk memahami teka-teki hingga hal tersebut dijelaskan pada waktu tertentu hingga semakin menjadi penasaran, ketika Armandio menceritakan awal-awal yang masih penuh teka-teki  hingga terbukalah satu persatu kepingan yang dibentuk itu. Membuah bernadfas lega: seperti ketika mengetahui bahwa pemilik toko tidak mati, atau masih penasaran dengan siapa yang sebenarnya terkena penyakit jantung saat terjadi wawancara antara nenek tua (namanya baca sendiri, hahaha) dan seorang polisi. Continue reading