Buku: Kunci Pengelana Waktu

*Tulisan (Aku dan Buku) ini dipublish untuk Volunteer Radio Buku Batch #5

Saya sempat mendapat teguran dari Ibu ketika sedang ujian nasional malah diam-diam di kamar membaca novel Badai Pasti Terharu, dan ada dua serial Harry Potter tergeletak di atas meja alih-alih buku soal latihan UAN SMA kala itu. Boleh membaca buku apa saja, tetapi harus melihat prioritas begitu teguran Ibu. Kejadian itu semakin membuat saya semakin menikmati buku-buku apapun, dan tidak membeda-bedakan genre.

Bagi saya buku adalah kunci untuk mengelana. Anggap saja itu sebagai mesin waktu. Saya lupa sejak kapan saya kranjingan membaca, diiringi dengan hobi membaca  saya juga tidak tahu sejak kapan tepatnya saya tertarik dengan dunia literasi dan tulis-menulis. Sudah puluhan buku sudah saya baca,  setiap saya selesai membacanya saya taruh rapi di rak-rak buku, dan saya beri garis bawah untuk bagian tertentu. Mengenai aroma kertas dan warna kertas yang berubah dari buku-buku yang saya beli lebih dari lima tahun lalu justru membuat tertarik mencari karya-karya lain yang bagus jika disandingkan dengan buku-buku lama. Meskipun lapuk oleh waktu, beberapa di antaranya saya masih ingat di mana saya membelinya, di bazar, di toko-toko buku yang sempat saya kunjungi. Setiap saya pergi di kota-kota tertentu saya menyempatkan diri mengunjungi toko buku. Rasanya saya bisa mengetahui sejarah cerita lampau, sekarang, ataupun kelak yang disajikan dalam cerita-cerita yang terbungkus rapi.

Buku. Membaca. Menulis.

Ketiganya merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Mereka adalah “Ibu” kedua bagi saya. mereka tidak menyalahkan opini-opini saya, tidak pernah membantah ketidaksukaan saya terhadap beberapa tokoh, tetapi membuat saya tersadar kehidupan itu tidak akan pernah akan habis jika dikejar-kejar dengan keinginan macam-macam. Buku justru membuat saya bisa memasuki dunia-dunia jauh di luar sana tanpa bersinggungan fisik tetapi malah menghadirkan nuansa di sanubari. Berupa kepuasan batin, sanubari saya selalu terpupuk dengan cerita-cerita yang pernah saya  baca.

Di sekitar bulan Desember 2016, saya menemukan satu buku yang berkisah tentang bibliofil. Rasa sayang saya dengan buku semakin bersemai.  Rumah Kertas. Buku yang sangat berkesan hingga sekarang, nyawanya membetot saya sebagai bibliofil ikut memahami tokoh-tokoh yang kebanyakan juga penggila buku. Cerita ini membuat hidup saya, seumur hidup mungkin tidak akan pernah tercukupi jika ingin membaca semua jenis buku yang sekarang telah terbit atau sepuluh tahun lagi akan terbit.

Kita lebih suka kehilangan cincin, arloji, payung, ketimbang buku yang halaman-halamannya takkan pernah kita baca lagi –Carloz Maria Dominguez, Rumah Kertas.

Sanubari saya merasa terbetot ke dalam cerita Rumah Kertas. Disaat saya sedang gelisah memikirkan sesuatu, kalimat itu bisa menenangkan batin. Saat saya berkeluh kesah tentang hidup atas kehilangan suatu hal,  itu bukan apa-apa dibanding dengan kehilangan buku, dan kehilangan teman-teman di luar sana yang juga menyayangi buku. Kehilangan dalam pencarian saya dalam hidup bisa mudah bangkit kembali dengan ditemani buku.

Nafas ini ada untuk buku, membaui kertas-kertasnya akan membuat batin tenang, mungkin ini akan sedikit terdengar aneh.

Di rumah kertas buku mempertemukan satu bibiliofil dengan yang lain. Inilah yang terpenting. Buku adalah wujud komunikasi dalam membicarakan kegelisahan untuk menjawab pertanyaan kehidupan.

Kala senggang, menunggu, dalam perjalanan, buku adalah  teman yang paling setia dalam kehidupan saya sejauh ini.

Seumur hiduppun tidak akan pernah cukup untuk membaca buku. Dia selalu menemani dalam keramaian, kesepian, kebahagiaan, bahkan kesedihan yang datang silih berganti, maupun terkadang bersamaan beriring dalam kehidupan. Di dalamnya terdapat dunia lain yang bebas untuk dipelajari dalam sunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s