Seharusnya Kita Tidak Perlu Saling Berjanji

Gerigi-gerigi roda saling berembuk untuk mebuat kendaraanmu berjalan semestinya. Tanganmu bersiap-siap mendadak mengerem guna menghindari sosok yang tiba-tiba muncul di perempatan jalan. Kendaraanmu sengaja kamu belokkan ke arah kanan. Terlambat.

Pelipismu membentur trotoar. Ingatanmu berkelindan. Menandaskan rasa sadar yang tiba-tiba tanggal, wujud tak kasat mata yang janggal menerobos paksa otakmu sebentar lagi beralih fungsi. Darah di mana-mana, satu yang paling kamu ingat, ke toko buku untuk menemuinya yang selalu menunggu.

Yogyakarta, 09 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s