(ber)Aktivitas Politik bersama Okky Madasari

Membaca adalah adalah aktivitas politik sederhana yang mudah dilakukan” -Okky Madasari

Dengan membaca  kita bisa bersikap akan suatu pendapat, gagasan yang mendominasi.

Selama ini saya menikmati pemikiran Mbak Okky melalui novel-novel, artikel-artikel di Jakarta Post, dan cuitan yang beliau tulis. Tetapi baru kemarin saya bisa secara langsung mendengarkan pemikirannya dalam dialog-dialog dan pemaparan beliau yang tergaungkan pada malam itu.

This slideshow requires JavaScript.

Politik dalam KBBI berarti: cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan: — dagang; — bahasa nasional;

Apa yang paling membuat aktivitas politik itu menyenangkan? tentu dilakukan dengan cinta, dan segenap hati. Menurut saya berdiskusi di forum kepenulisan adalah sebuah aktivitas “politik” .

Bisa dikatan untuk melawan ketumpulan dan bersikap salah satunya adalah dari membaca. Itulah sebabnya ada anonim berkata apa yang kamu baca merupakan gambaran dari dirimu. Minimal menjadi pembaca membuat kamu bisa melawan hal-hal berupa pendapat maupun gagasan yang dominan di masyarakat tanpa diketahui dengan jelas asal-usulnya.

Saya sependapat dengan penuturan Mbak Okky malam itu. Disesi pertama, karena tema malam itu adalah menulis dengan cinta, Mbak Okky menjelaskan tentang arti cinta itu sendiri. Untuk menulis apapun kamu yang memiliki hobi menulis dilarang menulis dengan memaknai cinta dalam arti sempit. Ada yang menganggap cinta itu hanya tentang lelaki dan perempuan. Padahal demikian ini tidak bisa diartikan demikian, bisa tentang mencintai pekerjaan, sahabat, dan semua yang berada di sekelilingmu sebenarnya adalah cinta. Luasnya cinta itulah yang menurut Mbak Okky menjadikan cinta sebagai bahan yang tidak akan pernah habis ketika digali dengan kreativitas.

Malam itu Mbak Okky bertutur tentang asal mula dia memutuskan untuk menulis sebagai jalan hidup, mencari nafkah, sebelumnya Mbak Okky memang mencintai dunia tulis menulis sudah sejak SD. Lahir di Magetan membuat dia pada masa kecilnya sudah menemukan buku-buku sastra, maupun esai dari tokoh-tokoh yang memiliki pikiran kritis dalam nafas tulisan mereka, perpustakaan Magetan pada masa itu kurang memadai, buku-buku yang sering dipajang di perpustakaan lebih banyak tentang cerita populer.

Dari percakapan-percakapan malam itu, ada beberapa “politik” penting yang bisa dijadikan referensi dalam menulis.

Membaca sebanyak-banyaknya

            Menulis untuk bersenang-senang bagaimana rasanya? bagi Mbak Okky masa emas kepenulisannya terjadi saat dia masih asyik menulis di blogspot. Kenapa? karena pada waktu itu dia menulis untuk bersenang-senang, bukan karena paksaaan. Bukan karena pilihan penghidupan pada masa itu. Menikmati proses adalah hal pokok yang harus dilakukan meskipun untuk kesenangan maupun sudah menjadi jalan hidup.

Demikian untuk kamu yang memiliki hobi menulis tentu harus memiliki keluasan dalam melihat bermacam-macam diksi, ataupun cerita yang sedang trand. Apa? ya dengan terus membaca tentu akan membuat kamu semakin memiliki ide-ide baru untuk ditulis.

Mengambil Angle Cerita yang UNIK

            Mengawali karir sebagai jurnalis, membuat Mbak Okky tanpa sengaja ingin membuat novel. Dari sana Mbak Okky sudah belajar tanpa disadari, mengambil angle berita yang tepat untuk headline, untuk menulis novel. Justru karena beberapa esai non fiksi yang dibacanya nuraninya tergelitik untuk mengkat tema-tema yang benar-benar terjadi di masyarakat untuk ditulis dalam bentuk novel.

Seperti novelnya yang berjudul Entrok, kisah tersebut ternyata ada bagian yang terinspirasi dari kisah nyata, cerita dari Neneknya sendiri yang tak jemu menceritakan kehidupannya di masa itu sulit, bahkan, membeli kutang. Jika kamu ingin memiliki cerita yang memiliki “cerita” yang kuat jangan lupa untuk menggali sudut pandang yang menarik dan menjadi magnet kuat sebagai inti cerita.

Authentics

            Teknologi sekarang membuat orang sibuk membuat status di facebook, twitter, dan bahkan meninggalkan media blog sebagai sarana untuk menulis. Fenomena yang sering terjadi sekarang adalah banyaknya tulisan yang tidak authentic yang artinya menjiplak isi.

Berbeda dengan terinspirasi, menjiplak itu meng-copy sama persis. Terinspirasi itu memunculkan ide baru.

Jadi buat kamu yang memiliki hobi menulis tentu akan lebih puas dengan hasil karyamu sendiri yang authentic, bukan hasil nyatut.

Bagi Mbak Okky karya sastra merupakan bentuk perlawanan terhadap pendapat-pendapat yang mendominasi di masyarakat tanpa tahu sebabnya, tanpa tahu kebenarannya. Menurut tanpa perlawanan terhadap sesuatu yang mengekang jati diri.

Sekarang menjadikan menulis sebagai salah satu aktivitas politik bagi Mbak Okky berbeda rasanya seperti dahulu, ketika menulis dimasa keemasan, untuk bersenang-senang. Meskipun sekarang juga kesenangan, tetapi rasanya berbeda ketika dijadikan jalan hidup. Baru-baru ini Mbak Okky memproduseri film Istirahatlah Kata-Kata, sebuah film yang menjadi pengingat akan perjuangan yang belum tuntas dari kebebasan bersuara. Di sini Mbak Okky membuktikan konsistensinya dalam menulis, novel kelimanya telah terbit tahun lalu, Kerumunan Terakhir, terbit di tengah-tengah aktivitasnya yang cukup menyita waktu.

Menarik. Menginspirasi. Humble. Open Minded.

Empat kata itu yang saya dapat ketika melihat dia berbagi tentang kepenulisan. Keep writing Mbak Okky, cerita-ceritamu akan selalu kami rindukan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s