Pencarian Makna Hidup di Film Ziarah

Opo kudu lemah ben iso dadi siji, banyu ora iso?” begitulah respon Mbah Sri ketika datang melayat di pemakaman tetangga bersama cucu dan calon istri cucunya. Setelah mendengar orang di sampingnya berujar bahwa dikubur dengan tanah bisa bersatu dengan yang lain di alam sana.

Di sini kata orang-orang suami Mbah Sri itu dikubur di Alas Pucung, yang ternyata tempat itu sudah dibuat waduk. Akan tetapi Mbah Sri memiliki keyakinan bahwa suaminya tidak dikuburkan di sana, kemudian pencarianpun dilanjutkan.

IMG-20170523-WA0004

dok pribadi, taken by Dyah

Dalam perjalanannya, kamu akan dibius akan arti hidup dan pencarian. Kematian bukanlah suatu hal yang memutusmu dari perpisahan-perpisahan, akan tetapi kelak menjadi pertemuan dengan orang-orang terkasih. Continue reading

Ular-ular di Mimpi

*cerita ini juga dimuat pada inspirasi.co

AKU memanggilnya jancuk, sebagai sapaan paling bersahabat. Pun sebaliknya, ia sering memanggilku dengan singkatan dari jancuk, yang adalah cuk. Dan sebagai orang Jawa bagian timur itu bukanlah sesuatu yang tidak sopan jika diperuntukkan untuk kolega dekat. Karena 1. aku bukan priyai yang haus penghormatan 2. ketika aku mendengar kata cuk aku suka, rasanya aku dan dia tidak memiliki sekat yang harus ditutupi karena semua telah tersibak oleh satu kata, jancuk 3. ini bukan diksi yang sekonyong-konyong akan membuatmu kelaparan seumur hidup.

Sebagai orang jawa; tanpa bermaksud sara. Tetapi ini sudah menjadi mitos yang telah turun menurun, aku tidak tahu runutan dari generasi siapa. Mengenai ular. Jika kamu melihat ular di 1. dekat rumah 2. dalam mimpi, itu bisa menjadi pertanda bahwa kamu akan 2.1. dekat dengan jodoh 2.2 segera menikah. Percaya atau tidak percaya itu adalah hal yang sudah melegenda di lingkunganku.

persahabatan

aku, ia, dan seorang teman beridentitas Natution

Malam yang sunyi, aku menguap tanda sudah tidak kuat lagi untuk begadang, padahal ini malam minggu. Biasanya, aku selalu menyempatkan untuk tidak menutup mata hingga dini hari hadir. Continue reading

Perburuan National Geographic

Menjadi pembaca yang setia tentu memiliki kesenangan tersendiri ketika menjelajahi los-los buku selain di toko buku. Perburuan yang menyenangkan.

            “Itu Mbak, di belakang kantor pos ada.” Begitu penjelasan tukang parkir shoping center terhadap pertanyaanku, di mana bisa membeli majalah NG.

Sebelumnya aku sudah menelusuri los-los dan bertanya kepada penjual buku-buku tentang edisi yang sedang aku cari. Mereka tidak memilikinya. Akan tetapi ada satu penjual yang menyebut salah satu tempat buku yang ada di timur Bank Indonesia dan belakang kantor pos. “Itu sebelah mana sih letaknya dari sini, timur atau barat Bank Indonesia, pokoknya di daerah situ lengkap Mbak” membuktikan penjelasan penjual tersebut, saya menelusuri tiap lekuk-lekuk daerah Bank Indonesia, nihil. Hanya bertemu dengan barisan-barisan bus pariwisata yang terparkir rapi serta beberapa orang yang sibuk dengan warung-warung, penuh dengan pembeli yang rupanya supir-supir bus dari wisatawan yang datang dari luar kota. Continue reading

Untuk yang Tak Sempat Membaca Buku-buku

Buku bukanlah segalanya di dunia ini, bisa saja bukan? Tetapi, kutakbisa bertahan tanpa dia. Tak bisa membawamu menjadi orang yang termashur. Buku hanya benda mati. Adalah yang menghidupkan nilai-nilai yang sudah tak akan pernah dicari, bahkan dihindari. Untuk alasan duniawai, buku bukanlah segala-galanya. Isinya tak akan lebih dari menceritakan tentang warna-warna dalam hidup. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, bahkan yang sudah mati pula ikut diceritakan, tentang perjalanan hidup. Buku berisi nyawa dan cerita-cerita yang membuat kekosongan terisi. Bagaimana jika hingga akhir hayat tak sempat membaca buku? buku tak lebih dari nafas itu sendiri, yang sering kali mereka sesali karena terlambat untuk membacanya.

 

Menikmati Senja di Titik Tersunyi

Matahari di sore hari menyinari bumi. Hanya saja tak ingin kumelihat dengan sepasang mata yang telah rabun, seorang diri. Tapi kutakbisa berbuat apa-apa untuk membuatnya tak menyentuh kulitku di sore hari, meskipun sendiri. Seperti memberi makna kehidupan yang penuh arti, tetapi aku tak mampu menangkapnya. Mungkin, kuterlalu bodoh untuk mengerti arti kehidupan. Oranye yang sempurna, kubiarkan menelanjangi jiwaku yang mulai retak satu persatu.

            Tak ada kendaraan ditempatku berdiri, di atas jembatan sore hari. Kumerasa semakin intim saja dengan senja. Tak kuhirau kenapa mereka tak hanya menyinari kulitku, merasuk pada jiwa yang telah lelah menunggu, lelah mencari, sebatas kata sifat yang berarti jati diri. Continue reading

Kisah Sendu Gaspar

Menjajaki kisah ini membuat kamu akan teringat dengan kisah detektif. Penuh rahasia dan misterius. Sebagaimana Gaspar menemukan teman-temannya yang aneh dan berusaha menginformasikan obsesinya tentang rahasia sebuah kotak hitam. Hingga akhirnya teman-temannya setuju untuk merampok sebuah toko emas.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            Sebagai pembaca, saya memerlukan waktu untuk memahami teka-teki hingga hal tersebut dijelaskan pada waktu tertentu hingga semakin menjadi penasaran, ketika Armandio menceritakan awal-awal yang masih penuh teka-teki  hingga terbukalah satu persatu kepingan yang dibentuk itu. Membuah bernadfas lega: seperti ketika mengetahui bahwa pemilik toko tidak mati, atau masih penasaran dengan siapa yang sebenarnya terkena penyakit jantung saat terjadi wawancara antara nenek tua (namanya baca sendiri, hahaha) dan seorang polisi. Continue reading

Inspirasiku

Dalam keterbukaan ruang, musik menjelma di antara telinga-telinga, menuju hati-hati.

            Di kursi-kursi kosong, aku memilih duduk berdekatan dengan suara air. Bunga gelombang cinta, lidah mertua, dan sejenis jenis bunga dan tumbuhan yang asalnya dari Sumatera tetapi tumbuh juga di pulau Jawa. Aku tidak tahu bagaimana awalnya tumbuhan itu dinamai asalnya dari Sumatera. Yang aku tahu di kursi yang berdekatan dengan tumbuhan dan gemericik air menawarkan inspirasi-inspirasi lucu.Exif_JPEG_420

            Di dinding, terdapat lukisan-lukisan pemusik jazz, yang tidak kutahu nama asilnya. Di sampingnya terdapat meja dengan bebarapa buku. Angin berbisik, membuatku tanpa sengaja tahu apa yang diperbincangkan segelintir manusia yang memilih tempat paling jauh dari tempatku duduk. Dan menikmati hidup. Continue reading

Sekecap Review untuk Cerita Cinta Enrico

Membaca cerita-cerita Ayu Utami membuat saya semakin menghidupkan arti kebebasan yang sebenarnya. Ketika sistem membelenggu cara berpikir, harus manut, ada sebuah harapan menjadi manusia bebas tanpa merusak tatanan yang ada.

            Bersyukur sekali bisa membaca Cerita Cinta Enrico, meskipun buku ini sudah terbit pada tahun 2012 kisah yang terjelma dari kisah nyata orang yang sangat dekat dengan beliau membuat saya berpikir, menjadi bebas bukan berarti tidak bisa menjadi diri sendiri. Bebas di sini bukan hal yang merusak orang lain. Di tahun 2017, saya baru membaca buku ini. Continue reading

SAMAN, AYU UTAMI

KETIKA Indonesia sedang bingung mencari jati diri melalui sistem pemerintahan, banyak mahasiswa yang melakukan gebrakan, aktivis yang menuntut keadilan pada masanya, muncul nama Saman yang dipilih oleh mantan aktivis agama waktu itu untuk memperjuangkan keadilan dan kebebasan bersuara untuk kepentingan masyarakat.

            Saman merupakan dwilogi pertama. Buku kedua berjudul Larung yang telah aku baca terlebih dahulu. Di sini ada beberapa jawaban kenapa Saman memilih menjadi aktivis dan apa yang sebenarnya dia perjuangkan. Pertemuannya dengan Yasmin, Cok, Laila, dan Sakunthala juga dikemas dengan bagus, memiliki kerangka cerita yang kuat karena berinduk pada peristiwa sejarah Indonesia. Dikisahkan jalan kehidupan keluarga Saman hingga pertemuannya dengan Anshor. Continue reading

Perempuan Prenagen: Pentingnya Menjaga Pola Hidup

“Setelah melahirkan aku tidak boleh egois lagi, prioritas dalam hidup ku berbeda. Anak dulu, suami, baru diri sendiri. Jadi memang benar-benar ketika hamil aku sudah mulai hidup sehat. Mulai dari olahraga dan pola makan, dan minum susu prenagen.”

Andini Aisyah Hariad –sering dikenal dengan Andien– memulai jawabannya ketika Monaratuliu sebagai MC bertanya di acara ulang tahun Prenagen yang ke-30 di Royal Hotel Ambarrukmo Plaza, 7 Mei 2017. Acara berlangsung dengan asyik sekali, beberapa pakar dokter kandungan, gizi, dan chef juga meramaikan acara yang bertajuk Pregnancy Educational Journey. Terbaik untuk yang Teristimewa. Yaitu, para buah hati orang tua.

“Asupan nutrisi itu sangat penting, dan harus terpenuhi, dimulai ketika persiapan untuk hamil, selama hamil, maupun setelahnya.” begitu penuturan dokter Martina dilanjutkan dengan meluruskan plasenta dan apa pentingnya.

1494139332704

with the brand ambassador of Prenagen, also an awesome moter and singer! Mba Andien 😀

“Aku juga tahunya, plasenta itu bantal bayi lho dok.” Sahut Mona memeriahkan suasana pemaparan itu. Continue reading