Embung Prabanlintang

Dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari pusat Kabupaten Tegal, Embung dengan sumber mata air ini menjadi daya tarik sendiri kawasan hutan pinus di Desa Danasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

embung (2)

tiket masuk 5.000 rupiah/orang

Embung ini terletak di Wana Wisata Prabanlintang.

Konon di antara teduhnya pepohonan pinus ini menjadi lokasi jatuhnya bintang ratusan tahun yang lalu.

Secara harfiah, nama Prabanlintang memiliki arti lokasi bintang jatuh.

Praban: lokasi/tempat, Lintang: bintang/lintang. Continue reading

Advertisements

Memaknai (Buku) Perjalanan

Hai kawan, yang suka intip blogku!

Maaf baru sempat update kembali.

Kali ini, aku akan menuturkan perjalananku selama di Tegal kurun waktu kurang lebih empat bulan, review sedikit saja, keren.

Satu  kata itu mewakili pengalamanku, hingga aku bercerita dengan Madi mengenai hal-hal artifisial yang kutemui selama di perjalanan ini.

“gak apa-apa, kamu harus belajar tentang semua manusia,” nasihatnya. Continue reading

Pelajaran yang Bisa Dipetik Hari Ini

Suatu kali orang-orang akan menertawakanmu seolah-olah kamu salah supaya mereka terihat paling benar. Ya, suatu kali kamu akan bertemu ddengan hal demikian. Namun, ibu selalu berpesan untuk terus bersikap positif atas apa-apa yang mereka lakukan.

Suatu kali orang-orang akan menertawakanmu karena kamu memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memandang masalah. Ibu selalu berpesan biarlah, teruslah bermanfaat untuk sesama.

Suatu kali orang-orang akan menerwatakanmu seolah-olah kamu adalah biang keladi. Meski kamu benarpun, tetap kamu ada seorang biang keladi. Ibumupun kemudian menasihati, merubah sudut pandang yang terlanjur keliru namun sudah berjamaah sangat susah, teruslah menanamkan kebaikan dan bersikap positif. Continue reading

Review Film Dilan 1990

Aku pernah bertemu beberapa orang yang memaksakan sudut pandang, padahal sebenarnya keberagaman adalah hal yang indah. Lalu, pernah suatu kala aku bertemu dengan para hakim-hakim sosial yang tidak saling mengenal lalu saling  berspekulasi tentang hal baru yang belum dikenalnya dari dalam, ah sudahlah, ini caraku menghabiskan hari libur di sela-sela pekerjaan (ho-ho-ho).

Kupersembahkan, review untuk Mas Bidi Baiq yang telah memberikan kami hiburan.

Ini caraku menghabiskan hari libur di sela-sela pekerjaan (ho-ho-ho).

Doakan aku kali ini kawan, aku tidak menghakimi.

Baik menghakimi sutradara (Fajar Bustomi) ataupun penulis novel Dilan 1990, Pidi Baiq, yang sangat ramah kepadaku, bahkan kepada debu sekalipun ia tak pernah merasa dia adalah senior, guru, ataupun soto(i) sapi -eh, keblablasan bercandanya.

Mari kita mulai dari, ini.

IMG_20180127_174934

dok pribadi

Film Dilan 1990 garapan Fajar Bustomi ini sebenarnya telah ditunggu-tunggu oleh penikmat buku.

Banyak di antara teman-temanku yang telah khatam buku-buku Bidi Baiq penasaran, seperti apakah sosok Dilan dengan gaya flamboyan yang bertanggungjawab.

Film dengan judul yang sama dengan novelnya ini, berdurasi kurang lebih selama 2 jam.

Bagiku, wujud visualisasinya menciptakan rasa buku.

Aku tidak akan mengobrolkan masalah teknik penggarapan film. Sebagai penikmat hiburan aku lebih suka duduk manis menikmati jalannya alur hingga teringat isi bukunya sembari nyemil popcorn, dan menyiapkan air mineral (sudah menyimpan di dalam tas, don’t try this at cinema, ho-ho), sudah cukup.

Sabtu lalu, aku ditemani seorang kawan dari Kabupaten Tegal yakni Rachma Utari menikmati film karya Fajar Bustomi. Continue reading

About Friend (Part 1)

There are several friends whom I found the good models in. The post below describes one of them and what on earth I like from them.

*Natalia Oetama

Let’s begin with her name. She is my old friend. We had never been in the same town. Even so, she always inspires me with her passion being a writer. Coming from a similar hobby—both of us are in the same frame of books tittled as Awesome Journey “Kumpulan Cerpen. Continue reading

Pelukan Curug Cantel

Alam yang sejuk nan merindukan

Di sebuah desa pada lereng Gunung Slamet di Kabupaten Tegal, Desa Sigedong, terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 70-meteran lebih terjun bebas ke dasar. Di apit oleh dua bukit yang kaya dengan vegetasi tumbuhan menjadikan lokasi ini sejuk.

Kabupaten Tegal memiliki sumber daya alam yang tak terkira taksirannya, hal tersebut bisa terlihat saat memasuki kawasan Desa Sigedong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hamparan perbukitan dengan berbagai variasi tanaman perkebunan: kentang, wortel, kopi, teh, kubis, strawbery, dan masih banyak lagi menjadi teman perjalanan selama menuju lokasi Curug Cantel.

Pagi itu, Minggu (14/1/2018),  dari Kota Tegal aku bertolak ke Curug Cantel pukul 07.00 WIB. Dengan jarak tempuh satu jam, akhirnya aku bisa sampai di lokasi ini tepat pukul 08.00 WIB lebih lima menit.

Untuk bisa sampai ke sumber air dari tempat parkir harus berjalan terlebih dahulu. Kira-kira 300-500 meter. Sunyi, asri, alami. Ketiga kata tersebut menggambarkan betapa takjubnya aku. Continue reading

Folosofi dan Sejarah Nama

*aku tulis untuk menghargai jerih payah orangtuaku dalam mendidikku sejak kecil hingga sekarang, mereka memahami kekeraskepalaanku untuk menjadi seorang jurnalis alih-alih ekonom daerah.

SUDAH dua bulan aku di Tegal menjadi juru tulis secara profesional di Kota Tegal, pengalaman baru tentu.

Bukan saatnya menerka-nerka bagaimana hidup di sini, di titik inilah aku melebur seperti air dalam kebiasaan-kebiasaan penduduk Tegal.

Ya, aku lebih suka menjadi air, angin dan padi alih-alih api atau pun duri.

Biarkan mereka menghakimi seperti apa, ataupun menerka-nerka yang tidak jelas mengenai diriku sebagai pendatang baru. Who’s really care?

yang terpenting aku ingin memahami mereka dan aku tidak memiliki kuasa bagaimana sikapnya terhadapku, i’tikad baik menjadi niat yang kuat perjalanan ini.

Kebiasaan orang-orang di sekelilingku dari dulu ketika mendengar pertama kali namaku, pasti akan berekspresi mengkerut.

“Benar itu nama aslimu?” seperti itulah arti kerutannya.

“Bahasa Jepang ya?”

Padahal mukamu jawa sekali, seperti itu terkaan mereka.

WEIRDO NAME. Continue reading

Review Buku Kubah: Jejak Kemarahan yang Berimbas Sesal

Kali terakhir aku membaca karya Ahmad Tohari adalah di Kaki Bukit Cibalak beberapa tahun lalu.

Dan sudah tiba waktunya aku selesai membaca Kubah.

Ke mana aku selama ini? baru bisa menyelesaikan buku Ahmad Tohari?

Buku dengan total halaman 211 ini menceritakan latar tahun 1975-an akibat dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1960-an.

IMG_20171223_154046

dok pribadi, Ahmad Tohari-Kubah

Nikmatnya hidup ketika di waktu senggang (yang sedikit) masih bisa  mendengarkan pikiran-pikiran Ahmad Tohari melalui bukunya, seperti Kubah ini adalah anugerah apalagi bisa mereview isinya.

Dalam kisahnya Tohari mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari tokoh Karman.

Sebagai seorang eks tapol, Karman mencoba memperbaiki kehidupannya. Tidak ada hal yang mudah, keterjerumusan Karman sehingga dicap sebagai seorang begundal komunis.

Kenapa judulnya Kubah? ya, sebaiknya kalian membaca sendiri biar lebih tahu betul arti Kubah bagi Karman di segala pencarian batinnya. Continue reading

Review Film Star Wars: The Last Jedi

Film ini bercerita mengenai kehancuran dunia yang diinginkan keegoisan beberapa watak manusia seperti Supreme Leader Snoke.

Rey merupakan tokoh utama dalam Star Wars The Last Jedi, ada satu orde yang menginginkan kehidupan di bumi hancur.

star wars

dok pribadi Star Wars: The Last Jedi

Tanpa harapan, tanpa impian, Leader merupakan cermin ketamakan. Ia ingin membangun dunianya sendiri dalam kegelapan. Continue reading

Review Film Ayat-ayat Cinta 2

“Kadang kita harus mundur sedikit, hanya untuk melompat lebih jauh,” Fahri, Ayat-ayat Cinta 2.

Sudah pernah membaca novelnya? film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, Ayat-ayat Cinta 2, yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy.

Minggu, 24/12/2017, kusempatkan menonton film ini saat liputan nobar film Bollywood, sebenarnya di dalam aku curi-curi sambil menulis, ho-ho-ho, aku suka bagian ini.

Aku sudah membaca buku Ayat-ayat Cinta 2 di tahun …. (lupa), waktu itu seorang teman yang mencintai buku daripada omong kosong menginformasikan kepadaku jika buku keduanya sudah terbit.

Pernah mendengar tentang perbedaan agama?

Film ini menceritakan dengan apik bagaimana sosok Fahri bisa menjadi contoh untuk menghargai keberagaman di negara orang. Continue reading