Currently Reading Royyan Julian: Tanjung Kemarau

Bekerjalah sebaik-baiknya dan Tuhan tidak akan meninggalkanmu. Roti dan susu bisa datang dari arah mana saja, melalui tangan siapa saja — Tanjung Kemarau, halaman 48.

PERNAH aku ditanya tentang buku yang bagus di toko buku biasanya dilihat dari mana?

            Secara pribadi aku tidak pernah membeda-bedakan jenis buku. Biasanya aku memilih yang sedang ingin aku baca. Namun memang aku menggandrungi beberapa seniman dibidang tulis menulis sehingga beberapa karya beliau-beliau ini selalu aku tunggu-tunggu; Okky Madasari, Eka Kurniawan, George Orwell, Andrea Hirata, Haruki Murakami, Arafat Nur, Vabyo, M Aan Manyur, SDD, Hamsad Rangkuti dan masih banyak lagi  akan ada banyak list, lain waktu bisa dibahas lebih panjang. Jika kamu memiliki buku rekomendasi yang bagus untuk dibaca, aku sangat senang jika kamu mau berbagi.

Pernah tidak memilih buku dengan hanya mencium buku kemudian mengambilnya dari rak buku berdasarkan aroma kertas yang paling menggairahka? Harap jangan ditiru — aku hanya mencoba mencairkan suasana ketika kamu membaca blog ku.

            Sebenarnya aku memilih buku itu biasanya dari cerita yang akan disampaikan penulisnya. Ketika aku tanpa sengaja melihat deretan buku-buku baru di raknya, aku melihat Tanjung Kemarau, buku dengan aroma memikat ini memiliki cerita yang menarik dan memiliki pesan sarat makna. Continue reading

Advertisements

Kisah Sungu Lembu oleh Yusi Avianto Pareanom

SEBENARNYA saya masih memiliki ketertarikan lebih dengan sastra jawa melalui kisah-kisah klasik seperti Mahabarata, Ramayana, yang pada umumnya diketahui sebagaian orang berasal dari India tetapi ketika cerita tersebut sudah masuk Indonesia, hal-hal tersebut sudah memiliki ciri khas tersendiri sebagai kisah kontemporer negeri agraria ini.  Dan ketika saya bertanya dengan Bapak sendiri mengenai kisah pewayangan, sebenarnya ada bagian-bagian tertentu yang menjadi kreatifitas para pencerita untuk menciptakan lakonnya. Dan kitab umum yang bisa dijadikan rujukan cerita dalah Ramayana dan Mahabarata, kedua buku tersebut tiada memiliki batas untuk dijadikan cerita baru.

            Kisah klasik tersebut saya temukan melalui Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi yang ditulis oleh Yusi Avianto Pareanom. Ia menceritakan hal klasik dengan gaya bahasa yang bagi saya menghibur. Karena sejatinya dalam Raden Mandasia merupakan kisah klasik dengan penuturan kontemporer yang tidak membosankan, seperti membaca Babat Tanah Jawa dari sisi yang berbeda. Jika sebelumnya saya beranggappan bahwa Dewi Sintha selalu bersedih karena dia diculik oleh tokoh antagonis dan terpisah dari Rama, saya jadi melihat dari sisi lain ketika Dewi Sintha ternyata juga memiliki peran politik yang ternyata menyebabkan perang, yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

mandasia.jpg

dok pribadi

          Continue reading

Sebuah Review: Alam yang Diasingkan

“Ini buku baru Mbak, belum ada diskon khusus.” Dia tersenyum ramah.

“Siapa yang menerjemahkan ini Mas?”

“Ronny Agustinus.”

“Bagus kovernya, aku belum pernah melihat buku ini dalam bahasa asli.” begitu aku melihat Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta dalam balutan kover berwarna hijau yang mendamaikan. Kutemukan harta karun ini di antara buku-buku yang meramaikan Asean Literary Festival, 6 Agustus lalu di booth penerbit Marjin Kiri. Dengan harga yang lebih tak seberapa jika dibanding kehedonisan penduduk ibu kota.

Kutemukan sesuatu setelah selesai membaca buku ini.

Alam merupakan nafas kehidupan. Yang menurut saya sekarang diasingkan dengan manfaat yang kebanyakan buruk salah satunya pendulangan isi bumi yang berlebihan. Di sana semua bersumber dan menimbulkan sebab akibat. Tidak hanya manusia, dan hewan tetapi juga makhluk hidup lainnya semua bergantung kepada alam. Tetapi makhluk hidup paling sempurna, manusia, selalu memiliki cara sendiri untuk melakukan pembelajaran lebih untuk memanfaatkan alam sebagai kelangsungan hidup. Continue reading

Review Buku Sirkus Pohon: Cinta Memihak Mereka yang Menunggu

“Fiksi, cara terbaik menceritakan fakta.” -Andrea Hirata

Terakhir kali membaca karya Andrea Hirata adalah Sebelas Patriot. Pada akhirnya, aku bisa membaca karya terbaru Sirkus Pohon yang menceritakan potret kehidupan orang-orang kecil di pulau dengan berbagai masalah yang sering terjadi di sekitarnya.

Ritual rutin yang kulakukan dengan buku-buku sebelum membacanya adalah membauinya. Kemudian teman-temanku terheran, dan ikut serta membaui kertas-kertas buku tersebut. Apa bau mereka? Gila. Ekspresi mereka terlihat dari dahi mereka yang mengernyit. Kutemukann kedamaian dari aromanya sebelum membaca sekatapun. Seperti aroma rumput hijau yang basah karena embun pagi, yang kemudian meresap ke tanah, aroma seperti itu. Bukan aroma pohon yang apek. Continue reading

Sebuah Review Anak Rantau: Menjadikan Alam Sebagai Guru

JADWAL bacaku tidak seperti dulu lagi, yang berarti menunggu membaca, bengong membaca di mana pun, dan kapan pun. Jadwal mencoret-coret ku juga tidak sama seperti dulu lagi, bisa coret-coret di mana saja, kapan pun. Ada banyak hal yang membuatnya berubah.

            Di lingkungan baru, ada seorang teman yang bertanya, kapan kamu suka menulis atau pun membaca, kenapa? kenapa harus membaca? apa orang tua mu tidak marah kamu membeli buku? bagi teman-teman lamaku mungkin sudah tidak kaget lagi melihat kegemaran ku pada buku seperti misalkan orang yang tidak bisa lepas dari kegilaannya pada rokok atau pun orang yang memiliki panggilan travelling. Ini bukan tentang gaya hidup, tetapi kebutuhan hidup. Continue reading

Review Buku Ketika Lampu Berwarna Merah: Yang Tersembunyi di Antara Kemegahan Jakarta

“Apa yang Anda mau ada di sana. Dari garam sampai mobil paling mewah. Segala macam hiburan tersedia. Dari yang kelas kambing sampai utama. Jakarta. Jakarta. Selalu melayani selera Anda.” Ketika Lampu Berwarna Merah, Hal 101.

Membaca adalah cara menjelajahi fisik dan jiwa tempat-tempat tokoh-tokoh dibuat oleh penulisnya. Manusia dan keseharian, seperti feature, yang dituangkan oleh Hamsad Rangkuti, melalui wajah novel Ketika Lampu Berwarna Merah akan membuat pembaca berpikir lebih arif mengenai kehidupan lokal Ibu Kota dan sebab akibat dari transmigrasi.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            APA yang kamu inginkan dari hidup? Pikiran orang tentu berbeda, tentang menghadapi pasar, mereka dibentuk pasar atau membentuk pasar? beberapa teman saya yang bekerja di beberapa perusahaan swasta internasional dan negeri menjadikan gaya hidup yang menurut saya memaksakan hal-hal yang bersifat duniawi secara berlebihan, misalnya, setelah membeli jam tangan dengan merk tertentu yang harganya mungkin bisa digunakan untuk mencicil uang gedung sekolah anak, mereka menginginkan yang lebih mahal lagi dengan merk yang berbeda, kata mereka itu adalah hadiah bagi diri sendiri. Namun secara pribadi jika kesempatan tersebut datang, saya lebih memilih menumpuk koleksi buku-buku. Sebab sebenarnya semua orang mampu membeli jam, tetapi apakah waktu itu bisa dibeli? tentu saja hidup itu perkara pilihan-pilihan, apa iya, kita semua akan terbuai dengan prinsip ekonomi mengenai sikap dasar manusia mengenai kepuasan? ada sisi kepuasan yang tamak. Continue reading

Kisah Sendu Gaspar

Menjajaki kisah ini membuat kamu akan teringat dengan kisah detektif. Penuh rahasia dan misterius. Sebagaimana Gaspar menemukan teman-temannya yang aneh dan berusaha menginformasikan obsesinya tentang rahasia sebuah kotak hitam. Hingga akhirnya teman-temannya setuju untuk merampok sebuah toko emas.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            Sebagai pembaca, saya memerlukan waktu untuk memahami teka-teki hingga hal tersebut dijelaskan pada waktu tertentu hingga semakin menjadi penasaran, ketika Armandio menceritakan awal-awal yang masih penuh teka-teki  hingga terbukalah satu persatu kepingan yang dibentuk itu. Membuah bernadfas lega: seperti ketika mengetahui bahwa pemilik toko tidak mati, atau masih penasaran dengan siapa yang sebenarnya terkena penyakit jantung saat terjadi wawancara antara nenek tua (namanya baca sendiri, hahaha) dan seorang polisi. Continue reading

Sekecap Review untuk Cerita Cinta Enrico

Membaca cerita-cerita Ayu Utami membuat saya semakin menghidupkan arti kebebasan yang sebenarnya. Ketika sistem membelenggu cara berpikir, harus manut, ada sebuah harapan menjadi manusia bebas tanpa merusak tatanan yang ada.

            Bersyukur sekali bisa membaca Cerita Cinta Enrico, meskipun buku ini sudah terbit pada tahun 2012 kisah yang terjelma dari kisah nyata orang yang sangat dekat dengan beliau membuat saya berpikir, menjadi bebas bukan berarti tidak bisa menjadi diri sendiri. Bebas di sini bukan hal yang merusak orang lain. Di tahun 2017, saya baru membaca buku ini. Continue reading

SAMAN, AYU UTAMI

KETIKA Indonesia sedang bingung mencari jati diri melalui sistem pemerintahan, banyak mahasiswa yang melakukan gebrakan, aktivis yang menuntut keadilan pada masanya, muncul nama Saman yang dipilih oleh mantan aktivis agama waktu itu untuk memperjuangkan keadilan dan kebebasan bersuara untuk kepentingan masyarakat.

            Saman merupakan dwilogi pertama. Buku kedua berjudul Larung yang telah aku baca terlebih dahulu. Di sini ada beberapa jawaban kenapa Saman memilih menjadi aktivis dan apa yang sebenarnya dia perjuangkan. Pertemuannya dengan Yasmin, Cok, Laila, dan Sakunthala juga dikemas dengan bagus, memiliki kerangka cerita yang kuat karena berinduk pada peristiwa sejarah Indonesia. Dikisahkan jalan kehidupan keluarga Saman hingga pertemuannya dengan Anshor. Continue reading

Review Buku Seumpama Matahari

SEKETIKA aku menemukan buku ini di deretan rak toko buku dengan diskon 25% dari harga sebenarnya dengan raut senang. Semula aku berjalan menuju mesin pencari sebelum seorang teman pada akhirnya menawarkan untuk hadiah, “teman baca”. Ada stoknya, tetapi invisible di rak buku. Aku memanggil penjaga toko buku, yang kemudian menyibak beberapa buku baru, siapa tahu tertumpuk. Tidak ketemu. Kemudian dia meninggalkan rak. Aku tetap mencari, kemudian petugas itu kembali, tetapi aku tersenyum berujar, bahwa buku itu sudah ketemu. “Tertutup judul ini” jelasku.

Beberapa minggu yang lalu, tanpa sengaja aku melihat twitter penulis bersangkutan -tanpa bermaksud stalking, buku terbarunya akan segera terbit oleh Diva Press, dengan tebal 142 kamu akan disuguhi –lagi-lagi– cerita dengan latar Aceh. Dan dua hari yang lalu aku telah menemukannya di toko buku.

Mungkin Tsunami telah menghilangkan cerita personal jejak-jejak gencatan senjata oleh beberapa gerilyawan, di buku ini terdapat beberapa hal yang menarik tentang kehidupan personal seorang yang telah memutuskan menjadi gerilyawan, membuatku bertanya, bagaimana jika ada yang benar-benar angkat senjata tanpa tahu tujuan yang sebenarnya?

Exif_JPEG_420

dok pribadi

Continue reading