Review Buku Ketika Lampu Berwarna Merah: Yang Tersembunyi di Antara Kemegahan Jakarta

“Apa yang Anda mau ada di sana. Dari garam sampai mobil paling mewah. Segala macam hiburan tersedia. Dari yang kelas kambing sampai utama. Jakarta. Jakarta. Selalu melayani selera Anda.” Ketika Lampu Berwarna Merah, Hal 101.

Membaca adalah cara menjelajahi fisik dan jiwa tempat-tempat tokoh-tokoh dibuat oleh penulisnya. Manusia dan keseharian, seperti feature, yang dituangkan oleh Hamsad Rangkuti, melalui wajah novel Ketika Lampu Berwarna Merah akan membuat pembaca berpikir lebih arif mengenai kehidupan lokal Ibu Kota dan sebab akibat dari transmigrasi.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            APA yang kamu inginkan dari hidup? Pikiran orang tentu berbeda, tentang menghadapi pasar, mereka dibentuk pasar atau membentuk pasar? beberapa teman saya yang bekerja di beberapa perusahaan swasta internasional dan negeri menjadikan gaya hidup yang menurut saya memaksakan hal-hal yang bersifat duniawi secara berlebihan, misalnya, setelah membeli jam tangan dengan merk tertentu yang harganya mungkin bisa digunakan untuk mencicil uang gedung sekolah anak, mereka menginginkan yang lebih mahal lagi dengan merk yang berbeda, kata mereka itu adalah hadiah bagi diri sendiri. Namun secara pribadi jika kesempatan tersebut datang, saya lebih memilih menumpuk koleksi buku-buku. Sebab sebenarnya semua orang mampu membeli jam, tetapi apakah waktu itu bisa dibeli? tentu saja hidup itu perkara pilihan-pilihan, apa iya, kita semua akan terbuai dengan prinsip ekonomi mengenai sikap dasar manusia mengenai kepuasan? ada sisi kepuasan yang tamak. Continue reading

Kisah Sendu Gaspar

Menjajaki kisah ini membuat kamu akan teringat dengan kisah detektif. Penuh rahasia dan misterius. Sebagaimana Gaspar menemukan teman-temannya yang aneh dan berusaha menginformasikan obsesinya tentang rahasia sebuah kotak hitam. Hingga akhirnya teman-temannya setuju untuk merampok sebuah toko emas.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            Sebagai pembaca, saya memerlukan waktu untuk memahami teka-teki hingga hal tersebut dijelaskan pada waktu tertentu hingga semakin menjadi penasaran, ketika Armandio menceritakan awal-awal yang masih penuh teka-teki  hingga terbukalah satu persatu kepingan yang dibentuk itu. Membuah bernadfas lega: seperti ketika mengetahui bahwa pemilik toko tidak mati, atau masih penasaran dengan siapa yang sebenarnya terkena penyakit jantung saat terjadi wawancara antara nenek tua (namanya baca sendiri, hahaha) dan seorang polisi. Continue reading

Sekecap Review untuk Cerita Cinta Enrico

Membaca cerita-cerita Ayu Utami membuat saya semakin menghidupkan arti kebebasan yang sebenarnya. Ketika sistem membelenggu cara berpikir, harus manut, ada sebuah harapan menjadi manusia bebas tanpa merusak tatanan yang ada.

            Bersyukur sekali bisa membaca Cerita Cinta Enrico, meskipun buku ini sudah terbit pada tahun 2012 kisah yang terjelma dari kisah nyata orang yang sangat dekat dengan beliau membuat saya berpikir, menjadi bebas bukan berarti tidak bisa menjadi diri sendiri. Bebas di sini bukan hal yang merusak orang lain. Di tahun 2017, saya baru membaca buku ini. Continue reading

SAMAN, AYU UTAMI

KETIKA Indonesia sedang bingung mencari jati diri melalui sistem pemerintahan, banyak mahasiswa yang melakukan gebrakan, aktivis yang menuntut keadilan pada masanya, muncul nama Saman yang dipilih oleh mantan aktivis agama waktu itu untuk memperjuangkan keadilan dan kebebasan bersuara untuk kepentingan masyarakat.

            Saman merupakan dwilogi pertama. Buku kedua berjudul Larung yang telah aku baca terlebih dahulu. Di sini ada beberapa jawaban kenapa Saman memilih menjadi aktivis dan apa yang sebenarnya dia perjuangkan. Pertemuannya dengan Yasmin, Cok, Laila, dan Sakunthala juga dikemas dengan bagus, memiliki kerangka cerita yang kuat karena berinduk pada peristiwa sejarah Indonesia. Dikisahkan jalan kehidupan keluarga Saman hingga pertemuannya dengan Anshor. Continue reading

Review Buku Seumpama Matahari

SEKETIKA aku menemukan buku ini di deretan rak toko buku dengan diskon 25% dari harga sebenarnya dengan raut senang. Semula aku berjalan menuju mesin pencari sebelum seorang teman pada akhirnya menawarkan untuk hadiah, “teman baca”. Ada stoknya, tetapi invisible di rak buku. Aku memanggil penjaga toko buku, yang kemudian menyibak beberapa buku baru, siapa tahu tertumpuk. Tidak ketemu. Kemudian dia meninggalkan rak. Aku tetap mencari, kemudian petugas itu kembali, tetapi aku tersenyum berujar, bahwa buku itu sudah ketemu. “Tertutup judul ini” jelasku.

Beberapa minggu yang lalu, tanpa sengaja aku melihat twitter penulis bersangkutan -tanpa bermaksud stalking, buku terbarunya akan segera terbit oleh Diva Press, dengan tebal 142 kamu akan disuguhi –lagi-lagi– cerita dengan latar Aceh. Dan dua hari yang lalu aku telah menemukannya di toko buku.

Mungkin Tsunami telah menghilangkan cerita personal jejak-jejak gencatan senjata oleh beberapa gerilyawan, di buku ini terdapat beberapa hal yang menarik tentang kehidupan personal seorang yang telah memutuskan menjadi gerilyawan, membuatku bertanya, bagaimana jika ada yang benar-benar angkat senjata tanpa tahu tujuan yang sebenarnya?

Exif_JPEG_420

dok pribadi

Continue reading

Larung, Ayu Utami: Sejarah di Balik Kemanusiaan

DI sini aku tidak buru-buru menuliskan setanda sirih untuk Larung karya Ibu Utami. Tetapi ingatanku berputar pada malam di mana temanku mengajak bercakap-cakap, atau aku yang mengajak sebenarnya, becakap hingga larut, dicukupkan sampai pukul sembilan malam saja, padahal inginnya lebih. Tetapi tidak enak dengan pengunjung lain di tempat ini.

IMG-20170428-WA0005

Dok Pribadi

            Aku menceritakan sering ngantuk di mata pelajaran sejarah, tetapi aku tidak membenci mata pelajarannya pun guru yang mengampu, itu dulu ketika masih di bangku sekolah menengah pertama. Kemudian kami sama-sama berpikir sebagaimana tanpa mencoba bertanya diri sendiri. Lalu, kita bisa membedakan mana yang bekerja dengan passion dan tidak? atau, sistem pendidikan di Indonesia harus seperti apa? sekarang sudah efektif? ya, kami sama-sama tahu sirkus politik yang merajai semua bidang di Indonesia. Sebaiknya, kami tidak melakukan percakapan itu, mungkin, karena jawaban sebenarnya ada di pemikiran mereka sendiri. Continue reading

Review Buku The Dinner

SEBAGAIMANA menikmati kekosongan waktu bersama buku adalah kebahagiaan. Seperti ada candu di antara lembar demi lembar buku yang bisa menenangkan jiwa. Kali ini liburan panjang membawaku menemukan The Dinner di salah satu sudut toko buku yang terletak di Ring Road Utara-beberapa hari yang lalu sedang tutup karena direnovasi. Wah, seperti kisah-kisah psikopat yang rapi dalam menyusun rencana melindungi anak-anak mereka dari perbuatan yang telah dilakukan meskipun keliru ataupun benar.

Bisakah berhenti mencari-cari bacaan? batinku sendiri.

IMG-20170423-WA0001

dok pribadi

            Cukup membuatku ber hah, ketika menyelesaikan buku ini di halaman 348. Alur yang disajikan oleh Herman Koch membuat ketika membaca lembar demi lembar penasaran ada apa sebenarnya, apa yang akan mereka lakukan setelah itu seusai makan malam selesai. Alur maju mundur yang berhasil membuat penasaran sejak membaca halaman 1. Continue reading

Review Buku Lengking Burung Kasuari

AKHIR pekan ini menjadi akhir pekan yang berakhir dengan ditemani buku yang menjadi salah satu Pemenang Unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016. Cukup membutuhkan waktu lima jam tanpa jeda (kecuali untuk melirik skor Singapura Open 2017 di sektor ganda putra, hiks-hiks) saya menyelesaikannya, bagaimana keunikan karakter Asih yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Menjadikan saya terhanyut di kala waktu senggang yang bertepatan dengan jadwal siar Singapura Open 2017. Gadis berusia tujuh tahun ini menjadi kunci menggambarkan karakter lokal perantau yang ada di Papua. Buku yang ditulis oleh Nunuk Y Kusmiana ini sangat menarik, menggelitik. Kocak, iya. Getir, iya. Continue reading

Jatisaba: Teka-teki Fenomena Pekerja di Luar Negeri

Judul Buku: Jatisaba

Penulis: Ramayda Akmal

Penyunting: Septi Ws

Penerbit: Grasindo

Tahun terbit: Maret 2017

ISBN: 978-602-375-871-5

IMG_20170407_151245

dok pribadi

PERTAMA KALI membaca namanya, saya kira Ramayda Akmal adalah seorang laki-laki, akan tetapi setelah membaca ucapan terima kasih yang dia persembahkan perkiraan saya keliru. Ramayda adalah perempuan. Menjadi naskah yang diunggulkan pada tahun 2010, Jatisaba yang pada tahun ini diterbitkan, membuat saya langsung menarik perhatian untuk segera membaca dan menjelajahi tiap isinya.

Bekerja merupakan suatu cara yang awam dilakukan oleh masyarakat desa dan kota untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi bagi mereka yang lulusan sekolah dasar bingung menghadapi masa depan, harus bekerja sebagai apa agar bisa memenuhi kebutuhan hidup? Hal tersebut ditulis oleh Akmal dengan menarik. Saya bisa mengambil kesimpulan, bahwa hal tersebut sampai sekarang masih terjadi.

Penyelundupan tenaga kerja ilegal masih terjadi. Akmal, mengupas perjalanan para pekerja itu dengan cara yang pilu. Menyisakan banyak tanya bagi pembaca, jika kamu bingung hendak membeli buku apa di akhir pekan, sebaiknya Jatisaba menjadi salah satu list yang sebaiknya kamu kantungi. Continue reading

Review Buku Di Tanah Lada

SEKARANG isya telah berkumandang di belahan dunia saya. Di belahan dunia kamu mungkin sedang magrib, subuh, ashar, duhur, atau mengalami hal yang sama dengan dunia tempat saya bersemayam atau tidak sama sekali dengan hal yang saya sebutkan di kata sebelum ini. Saya menghabiskan menikmati hujan dengan membaca buku, Di Tanah Lada, dengan tebal 244 halaman. Saya membelinya dengan diskon tiga puluh persen -jangan tanya saya beli di toko buku mana, sebab pasti kalian selalu menduga-duga, tempat ternyaman mana yang bisa di kunjungi selain toko buku, mungkin kalimat terakhir ini di paragraf awal review tidak ada kaitannya dengan isi judul, maaf ya.

tanag lada

dok pribadi

Sebagai cacing buku –asal istilahnya tidak berubah menjadi babi buku, semua buku merupakan guru tersendiri. Romance dewasa, teenlit, atau sastra memiliki kesan sendiri. Setiap pertanyaan kehidupan memiliki jalan untuk dijawab dengan cara yang berbeda-beda. Apalagi tentang cinta. Pengaruhnya banyak, seperti mendapatkan pandangan baru dalam melihat masalah, memperkaya jiwa dengan cerita-cerita yang secara detail ada di terjadi di sekitar kita.

Continue reading