Menikmati Senja di Titik Tersunyi

Matahari di sore hari menyinari bumi. Hanya saja tak ingin kumelihat dengan sepasang mata yang telah rabun, seorang diri. Tapi kutakbisa berbuat apa-apa untuk membuatnya tak menyentuh kulitku di sore hari, meskipun sendiri. Seperti memberi makna kehidupan yang penuh arti, tetapi aku tak mampu menangkapnya. Mungkin, kuterlalu bodoh untuk mengerti arti kehidupan. Oranye yang sempurna, kubiarkan menelanjangi jiwaku yang mulai retak satu persatu.

            Tak ada kendaraan ditempatku berdiri, di atas jembatan sore hari. Kumerasa semakin intim saja dengan senja. Tak kuhirau kenapa mereka tak hanya menyinari kulitku, merasuk pada jiwa yang telah lelah menunggu, lelah mencari, sebatas kata sifat yang berarti jati diri. Continue reading

Kisah Sendu Gaspar

Menjajaki kisah ini membuat kamu akan teringat dengan kisah detektif. Penuh rahasia dan misterius. Sebagaimana Gaspar menemukan teman-temannya yang aneh dan berusaha menginformasikan obsesinya tentang rahasia sebuah kotak hitam. Hingga akhirnya teman-temannya setuju untuk merampok sebuah toko emas.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            Sebagai pembaca, saya memerlukan waktu untuk memahami teka-teki hingga hal tersebut dijelaskan pada waktu tertentu hingga semakin menjadi penasaran, ketika Armandio menceritakan awal-awal yang masih penuh teka-teki  hingga terbukalah satu persatu kepingan yang dibentuk itu. Membuah bernadfas lega: seperti ketika mengetahui bahwa pemilik toko tidak mati, atau masih penasaran dengan siapa yang sebenarnya terkena penyakit jantung saat terjadi wawancara antara nenek tua (namanya baca sendiri, hahaha) dan seorang polisi. Continue reading

Inspirasiku

Dalam keterbukaan ruang, musik menjelma di antara telinga-telinga, menuju hati-hati.

            Di kursi-kursi kosong, aku memilih duduk berdekatan dengan suara air. Bunga gelombang cinta, lidah mertua, dan sejenis jenis bunga dan tumbuhan yang asalnya dari Sumatera tetapi tumbuh juga di pulau Jawa. Aku tidak tahu bagaimana awalnya tumbuhan itu dinamai asalnya dari Sumatera. Yang aku tahu di kursi yang berdekatan dengan tumbuhan dan gemericik air menawarkan inspirasi-inspirasi lucu.Exif_JPEG_420

            Di dinding, terdapat lukisan-lukisan pemusik jazz, yang tidak kutahu nama asilnya. Di sampingnya terdapat meja dengan bebarapa buku. Angin berbisik, membuatku tanpa sengaja tahu apa yang diperbincangkan segelintir manusia yang memilih tempat paling jauh dari tempatku duduk. Dan menikmati hidup. Continue reading

Sekecap Review untuk Cerita Cinta Enrico

Membaca cerita-cerita Ayu Utami membuat saya semakin menghidupkan arti kebebasan yang sebenarnya. Ketika sistem membelenggu cara berpikir, harus manut, ada sebuah harapan menjadi manusia bebas tanpa merusak tatanan yang ada.

            Bersyukur sekali bisa membaca Cerita Cinta Enrico, meskipun buku ini sudah terbit pada tahun 2012 kisah yang terjelma dari kisah nyata orang yang sangat dekat dengan beliau membuat saya berpikir, menjadi bebas bukan berarti tidak bisa menjadi diri sendiri. Bebas di sini bukan hal yang merusak orang lain. Di tahun 2017, saya baru membaca buku ini. Continue reading

SAMAN, AYU UTAMI

KETIKA Indonesia sedang bingung mencari jati diri melalui sistem pemerintahan, banyak mahasiswa yang melakukan gebrakan, aktivis yang menuntut keadilan pada masanya, muncul nama Saman yang dipilih oleh mantan aktivis agama waktu itu untuk memperjuangkan keadilan dan kebebasan bersuara untuk kepentingan masyarakat.

            Saman merupakan dwilogi pertama. Buku kedua berjudul Larung yang telah aku baca terlebih dahulu. Di sini ada beberapa jawaban kenapa Saman memilih menjadi aktivis dan apa yang sebenarnya dia perjuangkan. Pertemuannya dengan Yasmin, Cok, Laila, dan Sakunthala juga dikemas dengan bagus, memiliki kerangka cerita yang kuat karena berinduk pada peristiwa sejarah Indonesia. Dikisahkan jalan kehidupan keluarga Saman hingga pertemuannya dengan Anshor. Continue reading

Perempuan Prenagen: Pentingnya Menjaga Pola Hidup

“Setelah melahirkan aku tidak boleh egois lagi, prioritas dalam hidup ku berbeda. Anak dulu, suami, baru diri sendiri. Jadi memang benar-benar ketika hamil aku sudah mulai hidup sehat. Mulai dari olahraga dan pola makan, dan minum susu prenagen.”

Andini Aisyah Hariad –sering dikenal dengan Andien– memulai jawabannya ketika Monaratuliu sebagai MC bertanya di acara ulang tahun Prenagen yang ke-30 di Royal Hotel Ambarrukmo Plaza, 7 Mei 2017. Acara berlangsung dengan asyik sekali, beberapa pakar dokter kandungan, gizi, dan chef juga meramaikan acara yang bertajuk Pregnancy Educational Journey. Terbaik untuk yang Teristimewa. Yaitu, para buah hati orang tua.

“Asupan nutrisi itu sangat penting, dan harus terpenuhi, dimulai ketika persiapan untuk hamil, selama hamil, maupun setelahnya.” begitu penuturan dokter Martina dilanjutkan dengan meluruskan plasenta dan apa pentingnya.

1494139332704

with the brand ambassador of Prenagen, also an awesome moter and singer! Mba Andien 😀

“Aku juga tahunya, plasenta itu bantal bayi lho dok.” Sahut Mona memeriahkan suasana pemaparan itu. Continue reading

Review Buku Seumpama Matahari

SEKETIKA aku menemukan buku ini di deretan rak toko buku dengan diskon 25% dari harga sebenarnya dengan raut senang. Semula aku berjalan menuju mesin pencari sebelum seorang teman pada akhirnya menawarkan untuk hadiah, “teman baca”. Ada stoknya, tetapi invisible di rak buku. Aku memanggil penjaga toko buku, yang kemudian menyibak beberapa buku baru, siapa tahu tertumpuk. Tidak ketemu. Kemudian dia meninggalkan rak. Aku tetap mencari, kemudian petugas itu kembali, tetapi aku tersenyum berujar, bahwa buku itu sudah ketemu. “Tertutup judul ini” jelasku.

Beberapa minggu yang lalu, tanpa sengaja aku melihat twitter penulis bersangkutan -tanpa bermaksud stalking, buku terbarunya akan segera terbit oleh Diva Press, dengan tebal 142 kamu akan disuguhi –lagi-lagi– cerita dengan latar Aceh. Dan dua hari yang lalu aku telah menemukannya di toko buku.

Mungkin Tsunami telah menghilangkan cerita personal jejak-jejak gencatan senjata oleh beberapa gerilyawan, di buku ini terdapat beberapa hal yang menarik tentang kehidupan personal seorang yang telah memutuskan menjadi gerilyawan, membuatku bertanya, bagaimana jika ada yang benar-benar angkat senjata tanpa tahu tujuan yang sebenarnya?

Exif_JPEG_420

dok pribadi

Continue reading

Sebagaimana Sabar

Ditengah hujan yang turun deras, penjaja koran berteduh menanti reda. Sebagaimana sabar mengajari mereka untuk tetap menanti cerahnya sinar matahari untuk menghangatkan tubuh meraka.

Ditengah kesibukan para pejabat yang meributkan revisi UU maupun UU Daerah, harapan keadilan dinanti oleh mereka yang berhak. Sebagaimaa sabar mengajari mereka untuk tetap berprasangka baik atas keputusan-keputusan politis yang dibuat.

Ditengah debat para politisi-politisi hebat, ada akses pendidikan yang bisa diperoleh golongan kiri. Sebagaimana sabar mengajari mereka terus membaca dan menulis dengan seragam lusuh, dan buku lawas. Continue reading

Larung, Ayu Utami: Sejarah di Balik Kemanusiaan

DI sini aku tidak buru-buru menuliskan setanda sirih untuk Larung karya Ibu Utami. Tetapi ingatanku berputar pada malam di mana temanku mengajak bercakap-cakap, atau aku yang mengajak sebenarnya, becakap hingga larut, dicukupkan sampai pukul sembilan malam saja, padahal inginnya lebih. Tetapi tidak enak dengan pengunjung lain di tempat ini.

IMG-20170428-WA0005

Dok Pribadi

            Aku menceritakan sering ngantuk di mata pelajaran sejarah, tetapi aku tidak membenci mata pelajarannya pun guru yang mengampu, itu dulu ketika masih di bangku sekolah menengah pertama. Kemudian kami sama-sama berpikir sebagaimana tanpa mencoba bertanya diri sendiri. Lalu, kita bisa membedakan mana yang bekerja dengan passion dan tidak? atau, sistem pendidikan di Indonesia harus seperti apa? sekarang sudah efektif? ya, kami sama-sama tahu sirkus politik yang merajai semua bidang di Indonesia. Sebaiknya, kami tidak melakukan percakapan itu, mungkin, karena jawaban sebenarnya ada di pemikiran mereka sendiri. Continue reading

Review Buku The Dinner

SEBAGAIMANA menikmati kekosongan waktu bersama buku adalah kebahagiaan. Seperti ada candu di antara lembar demi lembar buku yang bisa menenangkan jiwa. Kali ini liburan panjang membawaku menemukan The Dinner di salah satu sudut toko buku yang terletak di Ring Road Utara-beberapa hari yang lalu sedang tutup karena direnovasi. Wah, seperti kisah-kisah psikopat yang rapi dalam menyusun rencana melindungi anak-anak mereka dari perbuatan yang telah dilakukan meskipun keliru ataupun benar.

Bisakah berhenti mencari-cari bacaan? batinku sendiri.

IMG-20170423-WA0001

dok pribadi

            Cukup membuatku ber hah, ketika menyelesaikan buku ini di halaman 348. Alur yang disajikan oleh Herman Koch membuat ketika membaca lembar demi lembar penasaran ada apa sebenarnya, apa yang akan mereka lakukan setelah itu seusai makan malam selesai. Alur maju mundur yang berhasil membuat penasaran sejak membaca halaman 1. Continue reading