Berteduh

Musim berjalan silih berganti di bulan Januari, hingga topimu koyak belum terganti. Terik siang melelehkan keringat-keringatmu mengucur dari dahi. Sore hari yang tempias, segalanya berubah kembali jalan-jalan dari panas berganti licin. Kendaraan-kendaraan di jalan protokol macet sebab kamu mengatur mereka yang ingin berbelok tak mau sabar menanti. Keringatmu digantikan dengan gigil. Kasar. Hitam. Dekil.

Berteduhlah.  Continue reading