Ular-ular di Mimpi

*cerita ini juga dimuat pada inspirasi.co

AKU memanggilnya jancuk, sebagai sapaan paling bersahabat. Pun sebaliknya, ia sering memanggilku dengan singkatan dari jancuk, yang adalah cuk. Dan sebagai orang Jawa bagian timur itu bukanlah sesuatu yang tidak sopan jika diperuntukkan untuk kolega dekat. Karena 1. aku bukan priyai yang haus penghormatan 2. ketika aku mendengar kata cuk aku suka, rasanya aku dan dia tidak memiliki sekat yang harus ditutupi karena semua telah tersibak oleh satu kata, jancuk 3. ini bukan diksi yang sekonyong-konyong akan membuatmu kelaparan seumur hidup.

Sebagai orang jawa; tanpa bermaksud sara. Tetapi ini sudah menjadi mitos yang telah turun menurun, aku tidak tahu runutan dari generasi siapa. Mengenai ular. Jika kamu melihat ular di 1. dekat rumah 2. dalam mimpi, itu bisa menjadi pertanda bahwa kamu akan 2.1. dekat dengan jodoh 2.2 segera menikah. Percaya atau tidak percaya itu adalah hal yang sudah melegenda di lingkunganku.

persahabatan

aku, ia, dan seorang teman beridentitas Natution

Malam yang sunyi, aku menguap tanda sudah tidak kuat lagi untuk begadang, padahal ini malam minggu. Biasanya, aku selalu menyempatkan untuk tidak menutup mata hingga dini hari hadir. Continue reading

Untuk yang Tak Sempat Membaca Buku-buku

Buku bukanlah segalanya di dunia ini, bisa saja bukan? Tetapi, kutakbisa bertahan tanpa dia. Tak bisa membawamu menjadi orang yang termashur. Buku hanya benda mati. Adalah yang menghidupkan nilai-nilai yang sudah tak akan pernah dicari, bahkan dihindari. Untuk alasan duniawai, buku bukanlah segala-galanya. Isinya tak akan lebih dari menceritakan tentang warna-warna dalam hidup. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, bahkan yang sudah mati pula ikut diceritakan, tentang perjalanan hidup. Buku berisi nyawa dan cerita-cerita yang membuat kekosongan terisi. Bagaimana jika hingga akhir hayat tak sempat membaca buku? buku tak lebih dari nafas itu sendiri, yang sering kali mereka sesali karena terlambat untuk membacanya.

 

Menikmati Senja di Titik Tersunyi

Matahari di sore hari menyinari bumi. Hanya saja tak ingin kumelihat dengan sepasang mata yang telah rabun, seorang diri. Tapi kutakbisa berbuat apa-apa untuk membuatnya tak menyentuh kulitku di sore hari, meskipun sendiri. Seperti memberi makna kehidupan yang penuh arti, tetapi aku tak mampu menangkapnya. Mungkin, kuterlalu bodoh untuk mengerti arti kehidupan. Oranye yang sempurna, kubiarkan menelanjangi jiwaku yang mulai retak satu persatu.

            Tak ada kendaraan ditempatku berdiri, di atas jembatan sore hari. Kumerasa semakin intim saja dengan senja. Tak kuhirau kenapa mereka tak hanya menyinari kulitku, merasuk pada jiwa yang telah lelah menunggu, lelah mencari, sebatas kata sifat yang berarti jati diri. Continue reading

Perempuan Prenagen: Pentingnya Menjaga Pola Hidup

“Setelah melahirkan aku tidak boleh egois lagi, prioritas dalam hidup ku berbeda. Anak dulu, suami, baru diri sendiri. Jadi memang benar-benar ketika hamil aku sudah mulai hidup sehat. Mulai dari olahraga dan pola makan, dan minum susu prenagen.”

Andini Aisyah Hariad –sering dikenal dengan Andien– memulai jawabannya ketika Monaratuliu sebagai MC bertanya di acara ulang tahun Prenagen yang ke-30 di Royal Hotel Ambarrukmo Plaza, 7 Mei 2017. Acara berlangsung dengan asyik sekali, beberapa pakar dokter kandungan, gizi, dan chef juga meramaikan acara yang bertajuk Pregnancy Educational Journey. Terbaik untuk yang Teristimewa. Yaitu, para buah hati orang tua.

“Asupan nutrisi itu sangat penting, dan harus terpenuhi, dimulai ketika persiapan untuk hamil, selama hamil, maupun setelahnya.” begitu penuturan dokter Martina dilanjutkan dengan meluruskan plasenta dan apa pentingnya.

1494139332704

with the brand ambassador of Prenagen, also an awesome moter and singer! Mba Andien 😀

“Aku juga tahunya, plasenta itu bantal bayi lho dok.” Sahut Mona memeriahkan suasana pemaparan itu. Continue reading

Review Buku Di Kaki Bukit Cibalak

KETIKA kamu menganggap bahwa semua sarjana memiliki nafas yang sama ketika berhadapan dengan birokrasi yang berhubungan dengan sistem, uang, dan kekuasaan apakah kamu akan berpikir mereka akan mementingkan kualitas dan tanggung jawab dalam melakukan kegiatannya di dunia yang profesional?

Exif_JPEG_420

Dalam perjalanan (dok pribadi)

Ketika diberi kesempatan untuk bergabung dengan hal-hal yang berkaitan dengan buku, saya berjanji dengan diri sendiri. Untuk terus berkarya demi kemanusiaan, sesama, dan untuk menemani orang-orang Indonesia dengan jenis buku yang menghibur (ini mungkin tidak berkaitan dengan paragraf sebelumnya, ataupun setelahnya, seperti catatan tambahan yang harus ada karena sebagai arsip perjalanan)

Di cerita yang diangkat Ahmad Tohari kali ini saya akan bertanya-tanya dalam diri saya sendiri. Apa yang saya cari? Apa yang dicari dari sistem yang namanya pendidikan formal mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi, jika pada akhirnya mereka memiliki rasa rakus untuk memperkaya diri sendiri bahkan dengan menyingkirkan kepentingan masyarakat? Kalau hanya untuk menggelembungkan proyek-proyek bodong tanpa ujung, untuk apa ilmu itu? Continue reading

Pengingat

Banyak orang-orang yang aku temui, lalu kemudian pergi. Banyak orang-orang yang aku temui, lalu selalu tinggal seberapapun jauh jarak, dan waktu mempercepat bertambahnya usia.

Malam itu, orang-orang penggemar sastra, penikmat buku, bahkan penulis-penulis datang pada acara yang menghadirkan Mbak Okky Madasari sebagai pembicara.

Ini sebuah kebetulan, atau kesengajaan aku tidak tahu. Sebelah kananku duduk seorang perempuan berjilbab hitam, dengan mata sudah mengantuk, dan kiriku seorang yang aktif di dunia kepenulisan. Aku terjebak di tengah-tengah huru-hara yang membuatku nyaman, tidak ada orang yang menghakimi seenak udelnya, ataupun mematahkan pendapat orang meski tidak sependapat. Area keberagaman ditunjukkan untuk kemanusian merupakan kunci kedamaian batin.

Tanpa sadar bagaimana semula dimulai, aku sudah mengajak bercakap-cakap perempuan berjilbab hitam yang ada di sebelah kanan tempat dudukku.  Tak lain dan tak bukan beliau adalah teman dekat Mbak Okky Madasari sejak SMP, aku tidak menyangka merasakan kedekatan tersendiri ketika bercakap-cakap dengan teman (sahabat dan keluarga, mungkin ikatan psikologis kedekatan itu sudah mencapai taraf

ini), kedekatan secara tidak langsung dengan Mbak Okky meskipun awalnya aku hanya bercakap-cakap dengan teman dekatnya. Percakapan mengalir saja, tanpa aku harus tahu harus menghentikan percakapan ini kapan, untung acara itu selesai, jadi aku memiliki waktu untuk pamit, meskipun aku masih ingin membicarakan Mbak Okky (loh, nggopisin orang).

Akhirnya tiba di mana saya begitu dekat dengan Mbak Okky (secara fisik, dan psikologis yang aku dapat awalnya memalui membaca buku-buku Mbak Okky) hingga kami terlibat dalam beberapa pecakapan. Continue reading

Jejak Impian Anak-anak Gunung Giri Mulya

Telah menjadi tradisi sebulan sebelum ujian mereka sibuk menata diri dengan belajar. Meskipun hari itu kabut menyelimuti bukit Giri Mulya. Sekolah masuk pukul tujuh pagi, berakhir pukul satu siang dihari Senin-Kamis, Jum’at dan Sabtu adalah hari spesial. Pulang lebih cepat sekitar tiga jam dari hari-hari biasanya. Begitu seterusnya kebiasaan anak-anak kelas tiga.

Hari itu, kabut tipis menyelimuti lereng bukit, gerimis-gerimis kecil terdengar lembut desiran angin bercampur gerimis membasahi rok biru gadis itu. Jarak sekolahnya sekitar tiga kilometer. Dari lereng menuju tengah bukit dibutuhkan waktu tiga puluh menit untuk berjalan kaki. Payung hitam sebagai peneduh adalah penyelamatnya dari kuyup yang ringan tetapi ajeg pada pagi hari itu.

Kicauan burung sampai di telinga, dinginnya angin membuat gigil, ia berjalan telanjang kaki dengan menenteng sepatu di tangan kanan dan tangan kiri memegang payung. Tas ransel yang resletingnya hampir koyak.

Alam adalah simbol kehidupan. Hujan, panas, dan diantara keduanya merupakan bagian dari kehidupan gadis itu yang harus dimulai dari pagi. Menuju sekolah. Sebulan lagi ujian nasional. Dalam perjalanan hanya ada ribut-ribut angin dan kicau burung. Ia tetap mantab melangkahkan kaki mendaki menuju sekolah.

Exif_JPEG_420

Pemandangan di sekitar SMP Giri Mulya

Birunya langit tertutup kabut. Hangatnya matahati digantikan dengan dinginnya gerimis. Ketika langkahnya mencapai tanjakkan dengan derajad hampir sembilan puluh, langkahnya memelan. Tubuhnya membungkuk sedikit. Dengan payung serong ke depan. Rok bagian belakangnya agak basah. Nafasnya terengah-engah. Rasanya ini belum seberapa jika dibandingkan perjuangan orang tuanya yang bermata pencaharian petani di lereng balik bukit. Ia menyeret kakinya pelan-pelan hingga akhirnya sampai di pucuk jalan. Kalau bukan karena ini hari Kamis, gadis itu pasti lebih memilih membantu Ibunya di ladang. Memeriksa saluran irigasi sawah sepetak milik keluarganya itu. Sehari sebelumnya telah diumukan, akan ada tamu dari Kota yang hendak memberi penyuluhan tentang pentingnya teknologi bagi pelaksanaan UN. Continue reading

Review Buku 1984: Membaca ialah Perang

“Kebodohan sama penting dengan kecerdasan, dan sama sulitnya dicapai” –George Orwell.

Ini adalah buku kedua George Orwell yang saya baca, buku pertama berjudul Animal Farm merupakan sindiran yang cerdas mengenai terjadinya perang dunia, tentunya, selama seminggu dengan waktu yang terputus-putus dikala malam. Saya berhati-hati dalam mereview buku ini, berhati-hati untuk tidak merusak isi dari buku ini, bisa dijadikan acuan dalam memahami politik dan kekuasaan, andai saja para anggota-anggota DPR, Gubernur-gubernur, bupati-bupati, lurah-lurah, hingga Presiden membaca buku ini, tersadarkan mereka akan politik yang sebenarnya?.

Selesai membaca 1984, saya bisa merasakan Orwell mencoba merangkum politik sosial budaya di dalam satu buku dengan anaslisis perkembangan sosial politik dari generasi ke generasi.

Dengan tokoh utama Winston Smith yang hidup di negara yang disebut sebagai negara Oceania, memiliki beberapa susunan Kementerian. Kementerian Kebenaran –mengurusi berita, hiburan, dan seni. Kementerian Cinta Kasih –mengurusi hukum dan ketertiban. Kementerian Perdamaian –menangani bidang perang. Dan Kementerian Tumpah Ruah –bertanggungjawab terhadap masalah perekonomian. Hampir semua daerah tidak lepas dari pengawasan teleskrim. Bagi mereka yang memiliki pemikiran untuk menggulingkan Bung Besar akan diuapkan. Bahkan anak-anak dididik untuk menjadi mata-mata. Continue reading

Rak-rak Kehidupan

JAM menunjukkan pukul dua dini hari lebih dua puluh menit. Aku berhenti membaca tepat di halaman 164. Tidak seperti biasanya, hari ini aku membuat perhitungan untuk diri sendiri, berhenti sebelum subuh berkumandang, meski hari ini adalah weekend, kuputusakan untuk tidak gegabah begadang sampai dini hari untuk 1984. Memang sekali terikat dengan cerita susah sekali memutus sampai mana harus beristirahat.

Mengenari George Orwell, namanya sudah sering aku dengar sejak lima tahun lalu, meskipun karya-karyanya sudah dikenal lebih dalam oleh teman-teman yang mengkajinya melalui studi lanjut –sastra dan filsafat. Pemikirannya menolak mentah-mentah gagasan umum partai yang sebenarnya merugikan banyak masyarakat Inggris pada waktu itu –ortodok, bahkan Pemerintah atas nama Partai bisa merubah sejarah masa lalu. Continue reading

Batas yang Tak Terlihat

Disela-sela khidmat aku berdiri menatap lintasan alam. Dari biru yang diwarnai putihnya awan. Deru yang halus dari kejauhan sudah menadakan, kerinduan.
Dari tempatku berdiri sekarang aku tidak bisa menemukan, mana batasan langit itu, batasan antara langit dan lautan. Seolah mereka bersatu. Dalam diamku tentu, aku mengagumi-Mu.

This slideshow requires JavaScript.