Kisah Sungu Lembu oleh Yusi Avianto Pareanom

SEBENARNYA saya masih memiliki ketertarikan lebih dengan sastra jawa melalui kisah-kisah klasik seperti Mahabarata, Ramayana, yang pada umumnya diketahui sebagaian orang berasal dari India tetapi ketika cerita tersebut sudah masuk Indonesia, hal-hal tersebut sudah memiliki ciri khas tersendiri sebagai kisah kontemporer negeri agraria ini.  Dan ketika saya bertanya dengan Bapak sendiri mengenai kisah pewayangan, sebenarnya ada bagian-bagian tertentu yang menjadi kreatifitas para pencerita untuk menciptakan lakonnya. Dan kitab umum yang bisa dijadikan rujukan cerita dalah Ramayana dan Mahabarata, kedua buku tersebut tiada memiliki batas untuk dijadikan cerita baru.

            Kisah klasik tersebut saya temukan melalui Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi yang ditulis oleh Yusi Avianto Pareanom. Ia menceritakan hal klasik dengan gaya bahasa yang bagi saya menghibur. Karena sejatinya dalam Raden Mandasia merupakan kisah klasik dengan penuturan kontemporer yang tidak membosankan, seperti membaca Babat Tanah Jawa dari sisi yang berbeda. Jika sebelumnya saya beranggappan bahwa Dewi Sintha selalu bersedih karena dia diculik oleh tokoh antagonis dan terpisah dari Rama, saya jadi melihat dari sisi lain ketika Dewi Sintha ternyata juga memiliki peran politik yang ternyata menyebabkan perang, yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

mandasia.jpg

dok pribadi

          Continue reading

Advertisements

Sebuah Review: Alam yang Diasingkan

“Ini buku baru Mbak, belum ada diskon khusus.” Dia tersenyum ramah.

“Siapa yang menerjemahkan ini Mas?”

“Ronny Agustinus.”

“Bagus kovernya, aku belum pernah melihat buku ini dalam bahasa asli.” begitu aku melihat Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta dalam balutan kover berwarna hijau yang mendamaikan. Kutemukan harta karun ini di antara buku-buku yang meramaikan Asean Literary Festival, 6 Agustus lalu di booth penerbit Marjin Kiri. Dengan harga yang lebih tak seberapa jika dibanding kehedonisan penduduk ibu kota.

Kutemukan sesuatu setelah selesai membaca buku ini.

Alam merupakan nafas kehidupan. Yang menurut saya sekarang diasingkan dengan manfaat yang kebanyakan buruk salah satunya pendulangan isi bumi yang berlebihan. Di sana semua bersumber dan menimbulkan sebab akibat. Tidak hanya manusia, dan hewan tetapi juga makhluk hidup lainnya semua bergantung kepada alam. Tetapi makhluk hidup paling sempurna, manusia, selalu memiliki cara sendiri untuk melakukan pembelajaran lebih untuk memanfaatkan alam sebagai kelangsungan hidup. Continue reading

Definisi Bahagia

Pada Sebuah Gerbong Kereta

SAKING banyaknya orang menakar-nakar ukuran bahagia, banyak yang melupakan suara kebenaran hati nurani sendiri dan pada akhirnya ada sebuah titik yang kuakui merupakan titik nol.  Spiritual yang terkadang pada saatnya terbuka lebar. Kedamaian. Ada di dalam bathin masing-masing.

            Banyak sekali tolak ukurnya. Pada umumnya dimulai dari apa yang kasat mata. Seperti; kendaraan, rumah, perhiasan, dan hal-hal lainnya.

            Apakah senyumanmu bisa dibeli? kubertanya dalam hati.

            Pernahkah bathinmu merasakan yang kamu inginkan sebenarnya?

            Mendengarkan keinginanmu tanpa interupsi dari luar?

            Mereka adalah hal tak kasat mata kunci dari semua. Continue reading

Jakarta, Selamat Pagi

Pernyataan teman-teman yang telah lahir dan besar di Kota Jakarta tidak jauh-jauh dari kalimat-kalimat ini; 1) Jakarta itu keras banyak kejahatan 2) Jakarta itu kota para koruptor 3) Jakarta itu tempat orang-orang menggantungkan impian setinggi-tingginya, namun ada banyak sekali kenyataan yang membenturkan impian mereka.

Adakah yang memiliki pemikiran jika Jakarta adalah kota yang paling bersahabat untuk para pendatang budiman atau pendatang yang bajingan? 

Kelak yang memiliki pendapat bahwa lingkungan yang harus beradaptasi akan disadarkan oleh hal-hal yang tidak kasat mata. Continue reading

Ular-ular di Mimpi

*cerita ini juga dimuat pada inspirasi.co

AKU memanggilnya jancuk, sebagai sapaan paling bersahabat. Pun sebaliknya, ia sering memanggilku dengan singkatan dari jancuk, yang adalah cuk. Dan sebagai orang Jawa bagian timur itu bukanlah sesuatu yang tidak sopan jika diperuntukkan untuk kolega dekat. Karena 1. aku bukan priyai yang haus penghormatan 2. ketika aku mendengar kata cuk aku suka, rasanya aku dan dia tidak memiliki sekat yang harus ditutupi karena semua telah tersibak oleh satu kata, jancuk 3. ini bukan diksi yang sekonyong-konyong akan membuatmu kelaparan seumur hidup.

Sebagai orang jawa; tanpa bermaksud sara. Tetapi ini sudah menjadi mitos yang telah turun menurun, aku tidak tahu runutan dari generasi siapa. Mengenai ular. Jika kamu melihat ular di 1. dekat rumah 2. dalam mimpi, itu bisa menjadi pertanda bahwa kamu akan 2.1. dekat dengan jodoh 2.2 segera menikah. Percaya atau tidak percaya itu adalah hal yang sudah melegenda di lingkunganku.

persahabatan

aku, ia, dan seorang teman beridentitas Natution

Malam yang sunyi, aku menguap tanda sudah tidak kuat lagi untuk begadang, padahal ini malam minggu. Biasanya, aku selalu menyempatkan untuk tidak menutup mata hingga dini hari hadir. Continue reading

Perburuan National Geographic

Menjadi pembaca yang setia tentu memiliki kesenangan tersendiri ketika menjelajahi los-los buku selain di toko buku. Perburuan yang menyenangkan.

            “Itu Mbak, di belakang kantor pos ada.” Begitu penjelasan tukang parkir shoping center terhadap pertanyaanku, di mana bisa membeli majalah NG.

Sebelumnya aku sudah menelusuri los-los dan bertanya kepada penjual buku-buku tentang edisi yang sedang aku cari. Mereka tidak memilikinya. Akan tetapi ada satu penjual yang menyebut salah satu tempat buku yang ada di timur Bank Indonesia dan belakang kantor pos. “Itu sebelah mana sih letaknya dari sini, timur atau barat Bank Indonesia, pokoknya di daerah situ lengkap Mbak” membuktikan penjelasan penjual tersebut, saya menelusuri tiap lekuk-lekuk daerah Bank Indonesia, nihil. Hanya bertemu dengan barisan-barisan bus pariwisata yang terparkir rapi serta beberapa orang yang sibuk dengan warung-warung, penuh dengan pembeli yang rupanya supir-supir bus dari wisatawan yang datang dari luar kota. Continue reading

Inspirasiku

Dalam keterbukaan ruang, musik menjelma di antara telinga-telinga, menuju hati-hati.

            Di kursi-kursi kosong, aku memilih duduk berdekatan dengan suara air. Bunga gelombang cinta, lidah mertua, dan sejenis jenis bunga dan tumbuhan yang asalnya dari Sumatera tetapi tumbuh juga di pulau Jawa. Aku tidak tahu bagaimana awalnya tumbuhan itu dinamai asalnya dari Sumatera. Yang aku tahu di kursi yang berdekatan dengan tumbuhan dan gemericik air menawarkan inspirasi-inspirasi lucu.Exif_JPEG_420

            Di dinding, terdapat lukisan-lukisan pemusik jazz, yang tidak kutahu nama asilnya. Di sampingnya terdapat meja dengan bebarapa buku. Angin berbisik, membuatku tanpa sengaja tahu apa yang diperbincangkan segelintir manusia yang memilih tempat paling jauh dari tempatku duduk. Dan menikmati hidup. Continue reading

Sebagaimana Sabar

Ditengah hujan yang turun deras, penjaja koran berteduh menanti reda. Sebagaimana sabar mengajari mereka untuk tetap menanti cerahnya sinar matahari untuk menghangatkan tubuh meraka.

Ditengah kesibukan para pejabat yang meributkan revisi UU maupun UU Daerah, harapan keadilan dinanti oleh mereka yang berhak. Sebagaimaa sabar mengajari mereka untuk tetap berprasangka baik atas keputusan-keputusan politis yang dibuat.

Ditengah debat para politisi-politisi hebat, ada akses pendidikan yang bisa diperoleh golongan kiri. Sebagaimana sabar mengajari mereka terus membaca dan menulis dengan seragam lusuh, dan buku lawas. Continue reading

Hujan

MALAM telah kembali. Bulir-bulir air turun dari atas bercampur menjadi satu dengan samudra, menyisakan sesuatu hal yang terlanjur dirindukan yang bernama daratan. Rintik-rintiknya datang seperti rasa kepergian atau menunggu datangnya fajar. Kadang menyejukkan tetapi menyisakan tanya yang belum mendapat jawaban, Tuhan.

            Di sekitar pulau-pulau yang berdekatan dengan Sambu terlihat air berkecipak tenang dalam keremangan meskipun terkena guyuran. Merasakan apa yang terjadi dalam diam, ketika di atas sana terdapat rembulan tetapi hujan tetes demi tetes bergulir membuat kuyup nelayan di atas perahu kayu yang digunakan untuk mencari ikan Continue reading