Perempuan di Balik Kesunyian

Kenangan paling berkesan seumur hidup bisa pupus karena banyaknya trauma-trauma mendalam yang dialami oleh manusia…..

 

Judul Buku                  : Kalamata

Penulis                         : Ni Made Purnama Sari

Penerbit                       : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Editor                          : Candra Gautama

Jumlah Halaman     : 255

ISBN                            : 591601264

Cetakan Pertama     : Oktober, 2016

Exif_JPEG_420

dok pribadi

Ketika saya membaca buku, selalu saya mengecek aroma-aroma kertasnya yang menguar bagaikan aroma hujan pada tanah basah. Membasuhi jiwa saya sebelum membacanya. Meracuni, sekaligus mengobati, membuat saya semakin jatuh cinta dengan membaca buku.

Membaca seperti hidup itu sendiri, saya akan tahu bagaimana kisah itu memiliki kesan apa, memiliki ajaran apa setelah selesai. Persis ketika saya bersinggungan dengan orang-orang di sekeliling saya. namun, ada kalanya sosok-sosok di sekeliling kita dengan sekali melihat ada sebuah tanda, mereka akan selalu ada dalam kehidupan kita tanpa harus mengamati dari lahir hingga sepak terjangnya sekarang, ataupun nanti. Mungkin ini disebut dengan, perasaan? Atau entahlah.

Sunyi. Gagap gempita.

Fakta. Opini Masyarakat. Kenyataan.

Kekecewaan. Trauma. Kepercayaan.
Continue reading

Review Buku Rumah Kertas

bluma-1

dok pribadi pada Pantai Selatan Yogyakarta

Dua minggu terakhir saya terkena gangguan dalam menulis, susah sekali rasanya mengutarakan apa-apa yang terjadi dengan baik. Pikiran ini terkena disktraksi dalam meluapkan cara memaparkan perasaan atau buah pikiran. Maafkan saya. Mungkin ini termasuk masalah: malas menulis, alih-alih writer’s block. Tidak tahu bagaimana caranya, saya memaksakan membaca di waktu yang kurang produktif. Saya tidak mau merenggut kebiasaan membaca buku disetiap kegiatan baru yang menyita waktu. Buku-buku yang menemani saya dalam kegaduhan perasaan dan pikiran kali ini adalah Rumah Kertas dan Kala Mata (yang belum terbaca sampai akhir).

Banyak sekali pilihan-pilihan hidup yang harus dilalui, dan membutuhkan pikiran jernih. Hal tersebut sebenarnya menjadi distraksi utama saya kesulitan menghirup oksigen untuk menulis, rasanya kosong. Saya bisa merasakan kepedihan dan bahagia secara bersamaan ketika saya menulis, maka beberapa minggu kemarin saya berhenti. Terlalu naas untuk dilanjutkan dalam kegagap kempaan dunia yang sekarang sedang saya jalani.

Tetapi, dua hari ini di sela-sela malam saya menemukan ritme untuk membaca Rumah Kertas setelah sehari sebelumnya saya ajak dia bermain-main di tepian Pantai Parangtritis. Awal saya membaca buku ini, membantu saya untuk menulis kembali minimal untuk diri sendiri.

Menemukan Rumah Kertas seperti menemukan air mineral di tengah gurun pasir. Menyejukkan relung-relung jiwa yang menggersang karena peristiwa taifun. Bagi mu mungkin agak berlebihan, suatu kali jalan hidup orang memang tidak segampang berlalunya musim hujan ke musim kemarau, memberi tanda-tanda yang pasti dalam peralihan. Continue reading

Peran Sang Partikelir di Balik The Cukoo’s Calling

Sebuah review Dekut Burung Kukuk, teruntuk Joanne Kathleen Rowling -J.K Rowling yang selalu membuat masa kecilku penuh dengan cerita-cerita yang fantastis…..

IMG_20161204_082403.jpg

In frame:

Cormoran Strike

[Seorang detektif partikelir yang; memutuskan menjadi detektif saat terjadi bencana  dia pensiun (sendiri) dari tentara, waktu itu dia ditugaskan di Afganistan dan mengalami kecelakaan yang mempengaruhi hidupnya hingga kini; terlilit hutang atas bisnisnya; memiliki pacar bernama Charlotte dan sempat tinggal di rumahnya karena inisiatif pacarnya, namun ketika Strike memiliki banyak hutang, dan luka batin konflik besar terjadi hingga ia akhirnya mengepaki semua barang dari rumah mewah itu dan tinggal di kantornya. Saat mendapat kunjungan dari Bristow ia sudah putus dengan Charllotte] Continue reading

Review Buku Inteligensi Embun Pagi

Supernova buat saya itu sebagai sistem yang di dalamnya terdapat makhluk-makhluk dengan banyak gugusan yang memiliki tujuan berbeda-beda. infiltran, savara, dan peretas. Umbra adalah bayangan mereka dengan wujud manusia. Di sini mereka menuntaskan salah satu pucuk perjalanan, fase lain tak kasat mata masih berjalan.

iep

dok pribadi, place: central library

Hallo, peeps! Alhamdulillah akhirnya seri Supernova telah sampai kepada penutupnya: Inteligensi Embun Pagi, maaf saya tidak bisa langsung membaca novel ini ketika baru terbit. Selang beberapa bulan saya baru berani membuka lembar demi lembar. Takut cerita yang telah bertahun-tahun menemani sebagai cerita di akhir pekan berakhir menguar dalam ingatan, dan the end!

(sebelum membaca review lengkap tentang IEP, ada baiknya flashback dulu review tentang Gelombang <- klik ya 🙂 )

Masih ingat dengan kisah Ichon? Gio? Zahra? Bodhi? Dan bagaimana keterkaitan Ruben, Dimas dalam hekasgonal mereka? Continue reading

Tentang Kesabaran [Review Buku Tentang Kamu]

Saya salut dengan Tere Liye, sebab di setiap novel ia selalu membawa perbedaan. Romance dengan kerangka action, scince fiction, social economic, dan sekarang yang terbaru dengan balutan law-economics.

bkk

dok pribadi

Tidak peduli seberapa sibuk hari-hari dijalani, disela-sela nya pasti senggang. Saya lebih senang menghabiskan kesenggangan itu dengan membaca. Buku adalah kudapan yang pas untuk mengisi kekosongan waktu, meski hanya beberapa jam, bahkan menit. Menurut saya buku Tere Liye pas sekali sebagai kudapan yang pas di hari-hari ini. Seperti tubuh yang butuh makan untuk kebugaran fisik, membaca itu  merupakan makanan untuk jiwa.

Izinkanlah saya kembali mengulas sedikit tentang novel Tentang Kamu, Tere Liye. Pada 6 November 2016 Tere Liye launching buku Tentang Kamu di Gramedia Soedirman Yogyakarta (16.00-18.00), novel ini sudah beredar di toko buku sejak 31 Oktober 2016. Continue reading

Review Buku Catatan (Seorang) Pelajar Jakarta

Masa SMA saya biasa-biasa saja, saya tidak mengenal tawuran, pilok-pilokan, minuman keras, rokok, seks bebas, atau bahkan narkoba. Masa SMA saya sangat jauh dari itu. Masih lekat diingatan saya kegiatan saya selama di SMA bisa dikategorikan biasa-biasa saja. Belajar-main-buku-main-pulang rumah.  Sebelum akhirnya saya menjemput satu buku dengan judul Buku Catatan (Seorang) Pelajar Jakarta di garage sale Gramedia Sudirman Yogyakarta masa SMA sangat monoton, kehidupan dari kacamata saya masih putih. Selesai membaca buku ini saya dihadapkan pada ramuan dimensi kehidupan lain.

Saya hanya sempat mengikuti berita-berita televisi tentang tawuran antar pelajar di Jakarta. Dalam pikiran saya terbersit pertanyaan, apa yang mereka permasalahkan? Di dalam buku ini Arif Rifan menulis kisah yang terinspirasi dari kisah nyata tawuran antar pelajar yang terjadi antar anak STM di Jakarta tahun 1995-1996 yang ia sendiri juga terlibat di dalamnya. Continue reading

Romansa Surabaya

Pada tengah bulan Juli 2016.

Ada ragu sejenak ketika samar-samar masinis berkicau melalui pengeras suara. Apa ini Surabaya?

img-20160729-wa0013

what we talk about when we meet again (?)

          “Kita sudah sampai di pemberhentian terakhir, stasiun Turi.”  

          Gegap langkah-langkah saling tumpang tindih dengan waktu yang terus merengsek maju. Mau ke mana semua ingin buru-buru pergi meninggalkan gerbong? Adakah bedanya jika terlambat sedikit untuk ketertiban daripada harus turun tetapi berdesak-desakan? Semua orang sibuk dengan koper-koper dan keluarga masing-masing, ah hidup.

Senja sudah menghilang, digantikan petang yang semakin pekat, oh ini Surabaya! Perjalanan hari ini usai sudah. Birunya langit yang menjadi teman perjalanan dengan awan-awan putih yang menjadikan siang semakin menawan hingga pergantian petang. Rasanya mereka sedang menikmati cinta dengan alam. Menjadi penyelimut orang-orang yang di bawahnya sedang sibuk dengan rutinitas; pengharapan, keputusaaan, kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan kegelisahan. Senja itu mereda menjadi petang yang pekat. Berusaha mengingatkan semua orang yang ada di gerbong untuk istirahat sejenak mengejar dunia, dan bernafas santai untuk menikmati hidup yang tidak tahu tinggal berapa lama lagi tersisa. Apa ini yang kamu kejar? Ejek mereka dari atas sana. Continue reading

Review Buku Ibuk

Buku berjudul IBUK ini merupakan buku ketiga dari Mas Iwan Setyawan. Buku pertamanya berupa kumpulan fotografi dengan puisi-puisi: Melankoli Kota Batu. Kemudian buku keduanya terbit dengan judul 9 summers 10 autumns.

bayek

dok pribadi

Saya lebih suka memanggil Mas Iwan dengan Mas Bayek (hehehehe), sebelumnya ketika saya membeli buku ini pada bulan Juli 2016 –ke mana saja saya selama ini, tidak menyadari jika penulis buku ini itu ya Mas Bayek, penulis 9 summers 10 autumns. Baru pada bulan ini saya membaca buku ini dengan sekali jalan. Karena saya pertama kali melihat judulnya.

Menggetarkan. Dan menumbuhkan spirit of life yang kuat bagi pemuda-pemudi, orang tua, dan anak-anak. Khususnya untuk seseorang yang berjuang mewujudkan impian-impiannya dengan kerja keras. Rasanya tidak ada manusia yang ingin hidup dengan rintangan, tetapi ini adalah dunia yang luas, dan tidak memiliki batas ilmu pengetahuan. maka arungilah dengan gembira dan kerja keras untuk mewujudkan semua impian-impian itu agar menjelma menjadi nyata.

Saya teringat dengan kalimat Mas Bayek ketika ia hadir diacara Kick Andy setahun lalu dengan narasumber dua mahasiswa Indonesia yang sudah lulus, berhasil mematahkan ketiadaan harapan dengan berjuang. Bahwa pendidikan adalah alat yang bisa mengentaskan mereka dari kemarginalan yang sengaja dikotak-kotakan manusia sejak dulu. Kira-kira seperti ini kalimat Mas Bayek waktu itu:

Cita-cita saya waktu itu ingin memiliki kamar sendiri dan saya kejar sampai New York City.”

“Kebangkitan kelas bawah Indonesia, itu tidak akan terjadi tanpa pendidikan yang bagus.” Pertanyaan-pertanyaan Bung Andy sebenarnya bisa dibaca semua teman-teman melalui buku Ibuk.

Anak-anak sekarang itu cenderung pintar di sekolah, tetapi spirit of life sangat jarang saya temui dari orang-orang, kecuali dari Mas Alfat dan Mbak Anggi tadi.”

Tidak bisa dipungkiri apa yang disampaikan nara sumber pada waktu itu adalah hal-hal yang sangat membangkitkan semangat pemuda-pemudi di luar sana yang mungkin memiliki kondisi yang sama. Hati saya tercabik-cabik dan malu dengan diri sendiri. Membaca buku Mas Bayek selalu membuat saya percaya bahwa semangat dan usaha yang gigih akan selalu bersisian dengan rencana Tuhan yang baik.

Motivasi yang sangat berdarah-darah, meskipun itu kembali kepada diri sendiri. Disiplin untuk bekerja keras adalah kunci utama. Tidak ada hal yang datangnya dengan mudah, dan instan. Continue reading

Makna Cinta dalam Kehidupan (Ruth)

Judul Buku: Surat Untuk Ruth

Penulis: Bernard Batubara

Editor: Siska Yuanita

Penerbit: PT Gramedia Pustaka

ISBN: 978-602-03-3298-7

Kembali saya akan mereview sebuah buku, guys, happy reading!

Surat untuk Ruth bercerita dengan sudut pandang lelaki yang mencintai seseorang yang mungkin pada waktu itu berharap bisa kembali kepada mantan kekasihnya. Mungkinkah itu? Bara kembali melihat makna cinta dari sosok lelaki tersebut. Pertama kali lelaki tersebut bertemu dengan Milana pada sebuah landscape senja di Bali. Pekerjaan lelaki tersebut membuatnya mencintai senja. Kenapa tokoh utama harus lelaki yang mencintai perempuan? Apakah untuk menunjukkan bahwa lelaki juga menggunakan hatinya dalam mencintai seorang perempuan? Ada banyak hal yang memilukan jika dilihat dari sudut pandang lelaki? Orang-orang melihat cinta itu rumit, padahal kenyataannya tidak, -ah entahlah. Seperti kekehidupan itu sendiri. Tetapi sebenarnya jika saling menerima sebenarnya, bahagia itu memang sederhana. Mengisi penerimaan itu dengan kegiatan-kegiatan yang produktif. Seseorang tentu menginginkan cinta itu selalu berakhir dengan happy ending, harus memiliki. Tetapi, tidak semua cinta harus berakhir dengan saling memiliki, bukan?img_20160930_122144-1

Kisah ini secara menyeluruh berbicara tentang cinta yang tidak saling memiliki. Andai cinta tentang urusan dua orang saja. Tetapi kenyataanya, orang-orang memikirkan bagaimana dengan kedua orang tua. Belum lagi, kemapanan, dan masih banyak lagi hal yang tak kasat mata yang mempengaruhi hubungan yang serius dengan penerimaan artifisial. Pesan yang ingin disampaikan tokoh utama adalah, meskipun tidak harus saling memiliki kehidupan harus berlanjut meski ada perasaan “suwung” yang menjalar-jalar pada setiap langkah ketika mengingat masa-masa ketika ia menyampaikan sayang.

Cinta itu tidak abadi, dalam angan-angan tokoh tersebut yang menyebabkan langgengnya sebuah hubungan adalah rasa sayang. Rasa sayang itu lebih kekal. Jika ada masalah, rasa sayang itu membuat kedua belah pihak sama-sama berpikir jernih melihat ke depan dengan beberapa solusi, bukan menghindar, dan pura-pura tidak ada lagi harapan untuk bersatu. Jadi apa yang kamu lakukan jika pihak perempuan memilih untuk menuruti keinginan orang tuanya padahal sebenarnya ia juga memiliki rasa yang sama pada sosok tokoh utama? Continue reading

Di Balik Angka 86 pada Novel 86

Mungkin ini bukan review buku 86 pertama yang teman-teman baca, namun, ijinkalah saya kembali menyuarakan sesuatu lewat 86. uhuk…uhuk.

Genap sudah lima buku yang ditulis Mbak Okky Madasari selesai saya baca, mulanya berurutan; Pasung Jiwa, Maryam, Entrok, Kerumunan Terakhir, dan 86. Urutan tersebut tidak berdasarkan tahun terbit, ataupun abjad judul, dari kelimanya semua tokoh-tokoh yang dihadirkan sangat berkesan menemani perjalanan hidup. Mulai sejak di Pekanbaru, Semarang, Demak, hingga akhirnya menyelesaikan membaca 86 di perjalanan menuju Yogyakarta.

img_20160907_121708

taken by wind

Maryam, Entrok, dan Kerumunan terakhir saya selesaikan ketika masih berada di Pekanbaru. Rasanya semua cerita tersebut begitu dekat dengan kehidupan di Pekanbaru. Terutama saat membaca Kerumunan Terakhir, novel ini saya temukan ketika sedang mengunjungi toko buku di pusat perbelanjaan. Teknologi membuat orang bisa mengekpresikan dirinya di dunia maya seperti; facabook, twitter, blog, dan masih banyak lagi tempat. Kerumunan Terakhir seharusnya menyadarkan manusia yang hidup di dunia teknologi dalam menggunakannya. Sisi negatif harus seminal mungkin dihindari. Seperti, melakukan tindak kriminal, bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal hanya lewat facebook, akhir-akhir ini kejadian tersebut sedang marak menjadi perbincangan. Banyak anak-anak SMP menjadi korban penculikan setelah bertemu.

Continue reading