Payung

[1]

Putih. Transparan. Warna payungmu, yang delapan tahun ia beli.

Hujan membuat kamu mengurung menstarter kendaraan roda dua untuk menjemput seseorang, kala itu. Mblawur, pandangamu blawur saat kamu berjalan di sepanjang gang semangat ketika sepeda motor melewatimu dengan meninggalkan noda cipatran karena tidak menghindari jalan yang berlubang. Mau mengumpat tidak perlu, sebab langkahmu sedang tergesa menjemput seseorang yang sudah mengabari sampai di shelter bus dekat taman pintar. Payung yang kamu gunakan adalah pelindung yang tabah, kepala mu terlindungi dari tetes hujan meski beberapa bagian tubuhnya merasa gigil akibat percikan air yang tampias, dan celanamu basah karena kena ciprat. Jarak tidak membuatmu berat, cuaca tidak membuatmu menciut. Jalanmu mantap. Continue reading