Review Buku Kubah: Jejak Kemarahan yang Berimbas Sesal

Kali terakhir aku membaca karya Ahmad Tohari adalah di Kaki Bukit Cibalak beberapa tahun lalu.

Dan sudah tiba waktunya aku selesai membaca Kubah.

Ke mana aku selama ini? baru bisa menyelesaikan buku Ahmad Tohari?

Buku dengan total halaman 211 ini menceritakan latar tahun 1975-an akibat dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1960-an.

IMG_20171223_154046

dok pribadi, Ahmad Tohari-Kubah

Nikmatnya hidup ketika di waktu senggang (yang sedikit) masih bisa  mendengarkan pikiran-pikiran Ahmad Tohari melalui bukunya, seperti Kubah ini adalah anugerah apalagi bisa mereview isinya.

Dalam kisahnya Tohari mencoba mencari pertanyaan atas jawaban-jawaban dari tokoh Karman.

Sebagai seorang eks tapol, Karman mencoba memperbaiki kehidupannya. Tidak ada hal yang mudah, keterjerumusan Karman sehingga dicap sebagai seorang begundal komunis.

Kenapa judulnya Kubah? ya, sebaiknya kalian membaca sendiri biar lebih tahu betul arti Kubah bagi Karman di segala pencarian batinnya. Continue reading

Advertisements

Review Film Star Wars: The Last Jedi

Film ini bercerita mengenai kehancuran dunia yang diinginkan keegoisan beberapa watak manusia seperti Supreme Leader Snoke.

Rey merupakan tokoh utama dalam Star Wars The Last Jedi, ada satu orde yang menginginkan kehidupan di bumi hancur.

star wars

dok pribadi Star Wars: The Last Jedi

Tanpa harapan, tanpa impian, Leader merupakan cermin ketamakan. Ia ingin membangun dunianya sendiri dalam kegelapan. Continue reading

Sebuah Review: Alam yang Diasingkan

“Ini buku baru Mbak, belum ada diskon khusus.” Dia tersenyum ramah.

“Siapa yang menerjemahkan ini Mas?”

“Ronny Agustinus.”

“Bagus kovernya, aku belum pernah melihat buku ini dalam bahasa asli.” begitu aku melihat Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta dalam balutan kover berwarna hijau yang mendamaikan. Kutemukan harta karun ini di antara buku-buku yang meramaikan Asean Literary Festival, 6 Agustus lalu di booth penerbit Marjin Kiri. Dengan harga yang lebih tak seberapa jika dibanding kehedonisan penduduk ibu kota.

Kutemukan sesuatu setelah selesai membaca buku ini.

Alam merupakan nafas kehidupan. Yang menurut saya sekarang diasingkan dengan manfaat yang kebanyakan buruk salah satunya pendulangan isi bumi yang berlebihan. Di sana semua bersumber dan menimbulkan sebab akibat. Tidak hanya manusia, dan hewan tetapi juga makhluk hidup lainnya semua bergantung kepada alam. Tetapi makhluk hidup paling sempurna, manusia, selalu memiliki cara sendiri untuk melakukan pembelajaran lebih untuk memanfaatkan alam sebagai kelangsungan hidup. Continue reading

Sebuah Review Anak Rantau: Menjadikan Alam Sebagai Guru

JADWAL bacaku tidak seperti dulu lagi, yang berarti menunggu membaca, bengong membaca di mana pun, dan kapan pun. Jadwal mencoret-coret ku juga tidak sama seperti dulu lagi, bisa coret-coret di mana saja, kapan pun. Ada banyak hal yang membuatnya berubah.

            Di lingkungan baru, ada seorang teman yang bertanya, kapan kamu suka menulis atau pun membaca, kenapa? kenapa harus membaca? apa orang tua mu tidak marah kamu membeli buku? bagi teman-teman lamaku mungkin sudah tidak kaget lagi melihat kegemaran ku pada buku seperti misalkan orang yang tidak bisa lepas dari kegilaannya pada rokok atau pun orang yang memiliki panggilan travelling. Ini bukan tentang gaya hidup, tetapi kebutuhan hidup. Continue reading

Kisah Sendu Gaspar

Menjajaki kisah ini membuat kamu akan teringat dengan kisah detektif. Penuh rahasia dan misterius. Sebagaimana Gaspar menemukan teman-temannya yang aneh dan berusaha menginformasikan obsesinya tentang rahasia sebuah kotak hitam. Hingga akhirnya teman-temannya setuju untuk merampok sebuah toko emas.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            Sebagai pembaca, saya memerlukan waktu untuk memahami teka-teki hingga hal tersebut dijelaskan pada waktu tertentu hingga semakin menjadi penasaran, ketika Armandio menceritakan awal-awal yang masih penuh teka-teki  hingga terbukalah satu persatu kepingan yang dibentuk itu. Membuah bernadfas lega: seperti ketika mengetahui bahwa pemilik toko tidak mati, atau masih penasaran dengan siapa yang sebenarnya terkena penyakit jantung saat terjadi wawancara antara nenek tua (namanya baca sendiri, hahaha) dan seorang polisi. Continue reading

Sekecap Review untuk Cerita Cinta Enrico

Membaca cerita-cerita Ayu Utami membuat saya semakin menghidupkan arti kebebasan yang sebenarnya. Ketika sistem membelenggu cara berpikir, harus manut, ada sebuah harapan menjadi manusia bebas tanpa merusak tatanan yang ada.

            Bersyukur sekali bisa membaca Cerita Cinta Enrico, meskipun buku ini sudah terbit pada tahun 2012 kisah yang terjelma dari kisah nyata orang yang sangat dekat dengan beliau membuat saya berpikir, menjadi bebas bukan berarti tidak bisa menjadi diri sendiri. Bebas di sini bukan hal yang merusak orang lain. Di tahun 2017, saya baru membaca buku ini. Continue reading

SAMAN, AYU UTAMI

KETIKA Indonesia sedang bingung mencari jati diri melalui sistem pemerintahan, banyak mahasiswa yang melakukan gebrakan, aktivis yang menuntut keadilan pada masanya, muncul nama Saman yang dipilih oleh mantan aktivis agama waktu itu untuk memperjuangkan keadilan dan kebebasan bersuara untuk kepentingan masyarakat.

            Saman merupakan dwilogi pertama. Buku kedua berjudul Larung yang telah aku baca terlebih dahulu. Di sini ada beberapa jawaban kenapa Saman memilih menjadi aktivis dan apa yang sebenarnya dia perjuangkan. Pertemuannya dengan Yasmin, Cok, Laila, dan Sakunthala juga dikemas dengan bagus, memiliki kerangka cerita yang kuat karena berinduk pada peristiwa sejarah Indonesia. Dikisahkan jalan kehidupan keluarga Saman hingga pertemuannya dengan Anshor. Continue reading

Review Buku Seumpama Matahari

SEKETIKA aku menemukan buku ini di deretan rak toko buku dengan diskon 25% dari harga sebenarnya dengan raut senang. Semula aku berjalan menuju mesin pencari sebelum seorang teman pada akhirnya menawarkan untuk hadiah, “teman baca”. Ada stoknya, tetapi invisible di rak buku. Aku memanggil penjaga toko buku, yang kemudian menyibak beberapa buku baru, siapa tahu tertumpuk. Tidak ketemu. Kemudian dia meninggalkan rak. Aku tetap mencari, kemudian petugas itu kembali, tetapi aku tersenyum berujar, bahwa buku itu sudah ketemu. “Tertutup judul ini” jelasku.

Beberapa minggu yang lalu, tanpa sengaja aku melihat twitter penulis bersangkutan -tanpa bermaksud stalking, buku terbarunya akan segera terbit oleh Diva Press, dengan tebal 142 kamu akan disuguhi –lagi-lagi– cerita dengan latar Aceh. Dan dua hari yang lalu aku telah menemukannya di toko buku.

Mungkin Tsunami telah menghilangkan cerita personal jejak-jejak gencatan senjata oleh beberapa gerilyawan, di buku ini terdapat beberapa hal yang menarik tentang kehidupan personal seorang yang telah memutuskan menjadi gerilyawan, membuatku bertanya, bagaimana jika ada yang benar-benar angkat senjata tanpa tahu tujuan yang sebenarnya?

Exif_JPEG_420

dok pribadi

Continue reading

Larung, Ayu Utami: Sejarah di Balik Kemanusiaan

DI sini aku tidak buru-buru menuliskan setanda sirih untuk Larung karya Ibu Utami. Tetapi ingatanku berputar pada malam di mana temanku mengajak bercakap-cakap, atau aku yang mengajak sebenarnya, becakap hingga larut, dicukupkan sampai pukul sembilan malam saja, padahal inginnya lebih. Tetapi tidak enak dengan pengunjung lain di tempat ini.

IMG-20170428-WA0005

Dok Pribadi

            Aku menceritakan sering ngantuk di mata pelajaran sejarah, tetapi aku tidak membenci mata pelajarannya pun guru yang mengampu, itu dulu ketika masih di bangku sekolah menengah pertama. Kemudian kami sama-sama berpikir sebagaimana tanpa mencoba bertanya diri sendiri. Lalu, kita bisa membedakan mana yang bekerja dengan passion dan tidak? atau, sistem pendidikan di Indonesia harus seperti apa? sekarang sudah efektif? ya, kami sama-sama tahu sirkus politik yang merajai semua bidang di Indonesia. Sebaiknya, kami tidak melakukan percakapan itu, mungkin, karena jawaban sebenarnya ada di pemikiran mereka sendiri. Continue reading

Review Buku The Dinner

SEBAGAIMANA menikmati kekosongan waktu bersama buku adalah kebahagiaan. Seperti ada candu di antara lembar demi lembar buku yang bisa menenangkan jiwa. Kali ini liburan panjang membawaku menemukan The Dinner di salah satu sudut toko buku yang terletak di Ring Road Utara-beberapa hari yang lalu sedang tutup karena direnovasi. Wah, seperti kisah-kisah psikopat yang rapi dalam menyusun rencana melindungi anak-anak mereka dari perbuatan yang telah dilakukan meskipun keliru ataupun benar.

Bisakah berhenti mencari-cari bacaan? batinku sendiri.

IMG-20170423-WA0001

dok pribadi

            Cukup membuatku ber hah, ketika menyelesaikan buku ini di halaman 348. Alur yang disajikan oleh Herman Koch membuat ketika membaca lembar demi lembar penasaran ada apa sebenarnya, apa yang akan mereka lakukan setelah itu seusai makan malam selesai. Alur maju mundur yang berhasil membuat penasaran sejak membaca halaman 1. Continue reading