Sebuah Review: Alam yang Diasingkan

“Ini buku baru Mbak, belum ada diskon khusus.” Dia tersenyum ramah.

“Siapa yang menerjemahkan ini Mas?”

“Ronny Agustinus.”

“Bagus kovernya, aku belum pernah melihat buku ini dalam bahasa asli.” begitu aku melihat Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta dalam balutan kover berwarna hijau yang mendamaikan. Kutemukan harta karun ini di antara buku-buku yang meramaikan Asean Literary Festival, 6 Agustus lalu di booth penerbit Marjin Kiri. Dengan harga yang lebih tak seberapa jika dibanding kehedonisan penduduk ibu kota.

Kutemukan sesuatu setelah selesai membaca buku ini.

Alam merupakan nafas kehidupan. Yang menurut saya sekarang diasingkan dengan manfaat yang kebanyakan buruk salah satunya pendulangan isi bumi yang berlebihan. Di sana semua bersumber dan menimbulkan sebab akibat. Tidak hanya manusia, dan hewan tetapi juga makhluk hidup lainnya semua bergantung kepada alam. Tetapi makhluk hidup paling sempurna, manusia, selalu memiliki cara sendiri untuk melakukan pembelajaran lebih untuk memanfaatkan alam sebagai kelangsungan hidup. Continue reading

Advertisements

Sebuah Review Anak Rantau: Menjadikan Alam Sebagai Guru

JADWAL bacaku tidak seperti dulu lagi, yang berarti menunggu membaca, bengong membaca di mana pun, dan kapan pun. Jadwal mencoret-coret ku juga tidak sama seperti dulu lagi, bisa coret-coret di mana saja, kapan pun. Ada banyak hal yang membuatnya berubah.

            Di lingkungan baru, ada seorang teman yang bertanya, kapan kamu suka menulis atau pun membaca, kenapa? kenapa harus membaca? apa orang tua mu tidak marah kamu membeli buku? bagi teman-teman lamaku mungkin sudah tidak kaget lagi melihat kegemaran ku pada buku seperti misalkan orang yang tidak bisa lepas dari kegilaannya pada rokok atau pun orang yang memiliki panggilan travelling. Ini bukan tentang gaya hidup, tetapi kebutuhan hidup. Continue reading

Kisah Sendu Gaspar

Menjajaki kisah ini membuat kamu akan teringat dengan kisah detektif. Penuh rahasia dan misterius. Sebagaimana Gaspar menemukan teman-temannya yang aneh dan berusaha menginformasikan obsesinya tentang rahasia sebuah kotak hitam. Hingga akhirnya teman-temannya setuju untuk merampok sebuah toko emas.

Exif_JPEG_420

dok pribadi

            Sebagai pembaca, saya memerlukan waktu untuk memahami teka-teki hingga hal tersebut dijelaskan pada waktu tertentu hingga semakin menjadi penasaran, ketika Armandio menceritakan awal-awal yang masih penuh teka-teki  hingga terbukalah satu persatu kepingan yang dibentuk itu. Membuah bernadfas lega: seperti ketika mengetahui bahwa pemilik toko tidak mati, atau masih penasaran dengan siapa yang sebenarnya terkena penyakit jantung saat terjadi wawancara antara nenek tua (namanya baca sendiri, hahaha) dan seorang polisi. Continue reading

Sekecap Review untuk Cerita Cinta Enrico

Membaca cerita-cerita Ayu Utami membuat saya semakin menghidupkan arti kebebasan yang sebenarnya. Ketika sistem membelenggu cara berpikir, harus manut, ada sebuah harapan menjadi manusia bebas tanpa merusak tatanan yang ada.

            Bersyukur sekali bisa membaca Cerita Cinta Enrico, meskipun buku ini sudah terbit pada tahun 2012 kisah yang terjelma dari kisah nyata orang yang sangat dekat dengan beliau membuat saya berpikir, menjadi bebas bukan berarti tidak bisa menjadi diri sendiri. Bebas di sini bukan hal yang merusak orang lain. Di tahun 2017, saya baru membaca buku ini. Continue reading

SAMAN, AYU UTAMI

KETIKA Indonesia sedang bingung mencari jati diri melalui sistem pemerintahan, banyak mahasiswa yang melakukan gebrakan, aktivis yang menuntut keadilan pada masanya, muncul nama Saman yang dipilih oleh mantan aktivis agama waktu itu untuk memperjuangkan keadilan dan kebebasan bersuara untuk kepentingan masyarakat.

            Saman merupakan dwilogi pertama. Buku kedua berjudul Larung yang telah aku baca terlebih dahulu. Di sini ada beberapa jawaban kenapa Saman memilih menjadi aktivis dan apa yang sebenarnya dia perjuangkan. Pertemuannya dengan Yasmin, Cok, Laila, dan Sakunthala juga dikemas dengan bagus, memiliki kerangka cerita yang kuat karena berinduk pada peristiwa sejarah Indonesia. Dikisahkan jalan kehidupan keluarga Saman hingga pertemuannya dengan Anshor. Continue reading

Review Buku Seumpama Matahari

SEKETIKA aku menemukan buku ini di deretan rak toko buku dengan diskon 25% dari harga sebenarnya dengan raut senang. Semula aku berjalan menuju mesin pencari sebelum seorang teman pada akhirnya menawarkan untuk hadiah, “teman baca”. Ada stoknya, tetapi invisible di rak buku. Aku memanggil penjaga toko buku, yang kemudian menyibak beberapa buku baru, siapa tahu tertumpuk. Tidak ketemu. Kemudian dia meninggalkan rak. Aku tetap mencari, kemudian petugas itu kembali, tetapi aku tersenyum berujar, bahwa buku itu sudah ketemu. “Tertutup judul ini” jelasku.

Beberapa minggu yang lalu, tanpa sengaja aku melihat twitter penulis bersangkutan -tanpa bermaksud stalking, buku terbarunya akan segera terbit oleh Diva Press, dengan tebal 142 kamu akan disuguhi –lagi-lagi– cerita dengan latar Aceh. Dan dua hari yang lalu aku telah menemukannya di toko buku.

Mungkin Tsunami telah menghilangkan cerita personal jejak-jejak gencatan senjata oleh beberapa gerilyawan, di buku ini terdapat beberapa hal yang menarik tentang kehidupan personal seorang yang telah memutuskan menjadi gerilyawan, membuatku bertanya, bagaimana jika ada yang benar-benar angkat senjata tanpa tahu tujuan yang sebenarnya?

Exif_JPEG_420

dok pribadi

Continue reading

Larung, Ayu Utami: Sejarah di Balik Kemanusiaan

DI sini aku tidak buru-buru menuliskan setanda sirih untuk Larung karya Ibu Utami. Tetapi ingatanku berputar pada malam di mana temanku mengajak bercakap-cakap, atau aku yang mengajak sebenarnya, becakap hingga larut, dicukupkan sampai pukul sembilan malam saja, padahal inginnya lebih. Tetapi tidak enak dengan pengunjung lain di tempat ini.

IMG-20170428-WA0005

Dok Pribadi

            Aku menceritakan sering ngantuk di mata pelajaran sejarah, tetapi aku tidak membenci mata pelajarannya pun guru yang mengampu, itu dulu ketika masih di bangku sekolah menengah pertama. Kemudian kami sama-sama berpikir sebagaimana tanpa mencoba bertanya diri sendiri. Lalu, kita bisa membedakan mana yang bekerja dengan passion dan tidak? atau, sistem pendidikan di Indonesia harus seperti apa? sekarang sudah efektif? ya, kami sama-sama tahu sirkus politik yang merajai semua bidang di Indonesia. Sebaiknya, kami tidak melakukan percakapan itu, mungkin, karena jawaban sebenarnya ada di pemikiran mereka sendiri. Continue reading

Review Buku The Dinner

SEBAGAIMANA menikmati kekosongan waktu bersama buku adalah kebahagiaan. Seperti ada candu di antara lembar demi lembar buku yang bisa menenangkan jiwa. Kali ini liburan panjang membawaku menemukan The Dinner di salah satu sudut toko buku yang terletak di Ring Road Utara-beberapa hari yang lalu sedang tutup karena direnovasi. Wah, seperti kisah-kisah psikopat yang rapi dalam menyusun rencana melindungi anak-anak mereka dari perbuatan yang telah dilakukan meskipun keliru ataupun benar.

Bisakah berhenti mencari-cari bacaan? batinku sendiri.

IMG-20170423-WA0001

dok pribadi

            Cukup membuatku ber hah, ketika menyelesaikan buku ini di halaman 348. Alur yang disajikan oleh Herman Koch membuat ketika membaca lembar demi lembar penasaran ada apa sebenarnya, apa yang akan mereka lakukan setelah itu seusai makan malam selesai. Alur maju mundur yang berhasil membuat penasaran sejak membaca halaman 1. Continue reading

Review Buku Lengking Burung Kasuari

AKHIR pekan ini menjadi akhir pekan yang berakhir dengan ditemani buku yang menjadi salah satu Pemenang Unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016. Cukup membutuhkan waktu lima jam tanpa jeda (kecuali untuk melirik skor Singapura Open 2017 di sektor ganda putra, hiks-hiks) saya menyelesaikannya, bagaimana keunikan karakter Asih yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Menjadikan saya terhanyut di kala waktu senggang yang bertepatan dengan jadwal siar Singapura Open 2017. Gadis berusia tujuh tahun ini menjadi kunci menggambarkan karakter lokal perantau yang ada di Papua. Buku yang ditulis oleh Nunuk Y Kusmiana ini sangat menarik, menggelitik. Kocak, iya. Getir, iya. Continue reading

Jatisaba: Teka-teki Fenomena Pekerja di Luar Negeri

Judul Buku: Jatisaba

Penulis: Ramayda Akmal

Penyunting: Septi Ws

Penerbit: Grasindo

Tahun terbit: Maret 2017

ISBN: 978-602-375-871-5

IMG_20170407_151245

dok pribadi

PERTAMA KALI membaca namanya, saya kira Ramayda Akmal adalah seorang laki-laki, akan tetapi setelah membaca ucapan terima kasih yang dia persembahkan perkiraan saya keliru. Ramayda adalah perempuan. Menjadi naskah yang diunggulkan pada tahun 2010, Jatisaba yang pada tahun ini diterbitkan, membuat saya langsung menarik perhatian untuk segera membaca dan menjelajahi tiap isinya.

Bekerja merupakan suatu cara yang awam dilakukan oleh masyarakat desa dan kota untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi bagi mereka yang lulusan sekolah dasar bingung menghadapi masa depan, harus bekerja sebagai apa agar bisa memenuhi kebutuhan hidup? Hal tersebut ditulis oleh Akmal dengan menarik. Saya bisa mengambil kesimpulan, bahwa hal tersebut sampai sekarang masih terjadi.

Penyelundupan tenaga kerja ilegal masih terjadi. Akmal, mengupas perjalanan para pekerja itu dengan cara yang pilu. Menyisakan banyak tanya bagi pembaca, jika kamu bingung hendak membeli buku apa di akhir pekan, sebaiknya Jatisaba menjadi salah satu list yang sebaiknya kamu kantungi. Continue reading